Perayaan Padungku Dewua – Sangginora

Poso – Syukuran panen (Padungku) Jemaat Kanaan dewua dan jemaat Kalfari sangginora dilaksanakan pada Jumat 24 September 2010, sekaligus Pencanangan gerakan kemandirian pangan oleh Bupati Poso di desa dewua kecamatan Poso Pesisir Selatan membawa sukacita tersendiri bagi seluruh masyarakat. 
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa sehubungan dengan pencanangan gerakan kemandirian pangan untuk tahun 2010 – 2015 sangatla penting kita memikirkan bersama bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten poso melalui bidang pertanian dimana masyarakat  yang memiliki mata pencaharian sebagai petani berkisar 85 % dari penduduk Poso.
    Alam di kabupaten Poso memiliki potensi sangat besar yang dapat diolah untuk lebih meningkatkan penghasilan masyarakatnya. Merupakan satu kebanggaa bagi Pemerintah kabupaten poso yang telah menerima pengharhaan FAO tingkat dunia bahwa desa dewua mewakili kabupaten poso memperoleh peringkat terbaik sebagai desa yang memiliki hasil pertanian terbesar.
    Lebih lanjut Bupati poso dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat desa dewua dan desa sangginora agar di dalam perayaan syukuran panen (padungku) ini yang utama adalah penyembahan dan ungkapan syukur yang sunguh – sungguh kepada Allah atas hasil panen yang telah diperoleh, dengan mempersembahkan hasil panen kepada Tuhan sebagai hasil pertama, karena sumbernya dari Tuhan.
    Mengakhiri sambutannya Bupati menghimbau seluruh masyarakat untuk bersama – sama menjaga keamanan dan ketertiban di dalam desa, dalam rangka meramaikan pesta syukuran panen (padungku) dengan harapan akan tercipta rasa persatuan dan kesatuan.
    Dalam kesempatan ini Ketua Majelis sinode GKST diwakili oleh bendahara umum majelis sinode GKST Pdt. Roswin Tacoh Wuri,S.Th,dalam sambutannya menyampaikan bahwa program gerakan kemandirian pangan ini sejalan dengan misi Gereja GKST “Bersama seluruh elemen GKST kita wujudkan kemandirian di bidang Theologi daya dan dana”
    Sebelumnya Kepala Badan Ketahanan Pangan Poso Munawir,SP,MM dalam laporannya menyampaikan bahwa gerakan kemandirian pangan (GKP) yaitu upaya bersama berbagai komponen masyarakat dan pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat untuk memobilisasi, memanfaatkan dan mengelolah aset setempat, yang meliputi sumber daya alam, sumber daya masusia,sumber daya finansial, sumber daya fisik/teknologi serta sumber daya sosial, untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dan masyarakat.   
    Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk memobilisasi seluruh aset pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi dan sekaligus mengurangi kerawanan pangan dan gizi masyarakat melalui pendayagunaan sumber daya,kelembagaan dan budaya local, sasaran kegiatan ini mewujudkan kwmandirian pangan masyarak di desa program Eksit Mandiri pangan: Sea) di kecamatan Poso Pesisir Selatan.
Hadir pada acara tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Poso, Majelis sinode GKST, para Pdt.se-kecamatan poso pesisir selatan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Lambang Bamonturu, Kepala Inspetorat Anthony H Tadjongga,BSc.S.Sos, para Kadis, bagian, kantor, bidang, tokoh–tokoh adat, tokoh pemuda, jemaat serta tamu undangan lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar