Poso – Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM diwakili Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Anthony H.Tadjongga,BSc,S.Sos membuka dengan resmi “Festival Perdamaian melalui Olahraga 2010” yang diselenggarakan oleh Asa Asia Foundation tepatnya di Lapangan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Sabtu 24 April 2010.
Dalam sambutan tertulisnya Bupati Poso mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu sarana kebersamaan dan harmoni sosial ditengah-tengah masyarakat agar tetap tercipta rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara kita semua.
Manakala seluruh masyarakat memahami dan menyadari hidup dalam persaudaraan, persahabatan tanpa memandang perbedaan, itulah keberhasilan yang telah dicapai. Hal ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dukungan seluruh masyarakat ditana Lemba Poso tercinta ini.
Kondisi inilah yang membesarkan hati dan rasa optimisme yang tinggi, bahwasanya Kabupaten Poso sudah menjadi semakin baik, dengan tetap terus berbenah diri dalam membangun daerah Kabupaten Poso menjadi lebih baik bagi kemaslahatan masyarakatnya. .
Diakhir sambutannya Bupati Poso menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tulus kepada Asa Asia Foundation yang telah menggelar kegiatan ini bersama unsur pimpinan kecamatan serta seluruh masyarakat Poso kota dan sekitarnya yang telah memprakarsai dan dan memberi dukungan untuk terlaksananya kegiatan ini.
Sementara itu Garth Jones selaku koordinator Asa Asia Foundation menyampaikan bahwa Asa Asia Foundation bekerja sama dengan USAID, Serasi dan Lokal NGO Yout Centre (kreasi muda dan sondaka). Kegiatan ini diikuti oleh 6 desa yakni Lembomawo, Mapane, Pamona, Saojo, Tokorondo, Tangkura.
Selain itu Asa Asia Fondation juga telah memberikan pelatihan dan fasilitas serta menyampaikan Psychosocial dan pendidikan perdamaian melalui Olahraga specialy Sepak bola dan volley ball.
Pembukaan “Festival Perdamaian melalui Olah raga” diwarnai dengan Tendangan Bola pertama dari titik putih lapangan bola oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Antony H.Tajongga,Bsc,S.Sos yang didampingi Garth Jones, serta Kabag Humas Amir Kiat,SH menandakan dimulainya kegiatan tersebut.
Peringatan Hari Ulang Tahun GOPTKI 2010
Poso – Peringatan hari ulang tahun Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman kanak-kanak Indinesia (GOPTKI) ke- 53 Kabupaten Poso tepatnya tanggal 5 April 2010 yang terlaksana di gedunng Wanita Poso pada 26 April 2010 bertema “Pemanfaatan Lingkungan meningkatkan Kreativitas”
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM dalam sambutanya mengatakan bahwa usia 53 Tahun bagi sebuah organisasi merupakan usia yang telah matang untuk menunjukan kinerja para pengurus dan anggotanya dalam menangani Pendidikan pra sekolah di Indonesia .
Sangat dibutuhkan tenaga pendidik yang memiliki keahlian, keterpanggilan hati nurani yang tulus serta bertanggung jawab sehingga anak-anak dapat dididik dengan cara yang benar, bukan dengan dengan cara kekerasan. Terlebih pada usia emas anak-anak dalam tahap mencari jati diri. Olehnya Anak usia 2-4 Tahun sudah seharusnya mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terang Bupati Poso.
Diakhir sambutannya Bupati Poso menyampaikan rasa salut dan hormatnya kepada seluruh guru-guru yang telah berjasa melakukan tugas mulia mendidik anak Bangsa untuk tampil kedepan demi kelangsungan generasi bangsa ini.
Dalam Sambutannya Ketua Umum Dewan pimpinan pusat GOPTKI mengatakan bahwa GOPTKI harus selalu waspada terhadap perubahan yang mengarah pada pengikisan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan budi pekerti yang mempengaruhi pendidikan anak diseluruh tanah air, sebab pembangunan karakter seseorang hendaknya dimulai dari budaya dan lingkungan setempat.
Untuk mencapai hal itu GOPTKI perlu menekankan kepada seluruh penyelenggara Taman kanak-kanak agar mengembangkan layanan Pendidikan prasekolah dengan menambah unit layanan kelompok bermain.
Sementara itu Ketua Panitia Hj.Dyah Wahyuni Suwanto dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam rangka memeriakan HUT GOPTKI Kab.Poso tahun ini maka dilaksanakan beberapa jenis kegiatan yaitu: Lomba mewarnai gambar yang diikuti oleh 34 peserta, lomba busana Daerah oleh 31 peserta, Lomba mobil hias oleh 34 peserta serta jalan santai umum yang di ikuti oleh kurang lebih 400 peserta yang dilaksanakan sejak tanggal 23 s/d 26 April 2010.
Hadir dalam acara tersebut Muspida Kabupaten Poso, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa, MM, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs.Lambang Bamonturu, Ketua TP PKK Ibu Ellen Inkiriwang Pelealu, para peserta lomba serta seluruh tamu undangan lainnya, serta unsur TNI/Polri.
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM dalam sambutanya mengatakan bahwa usia 53 Tahun bagi sebuah organisasi merupakan usia yang telah matang untuk menunjukan kinerja para pengurus dan anggotanya dalam menangani Pendidikan pra sekolah di Indonesia .
Sangat dibutuhkan tenaga pendidik yang memiliki keahlian, keterpanggilan hati nurani yang tulus serta bertanggung jawab sehingga anak-anak dapat dididik dengan cara yang benar, bukan dengan dengan cara kekerasan. Terlebih pada usia emas anak-anak dalam tahap mencari jati diri. Olehnya Anak usia 2-4 Tahun sudah seharusnya mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terang Bupati Poso.
Diakhir sambutannya Bupati Poso menyampaikan rasa salut dan hormatnya kepada seluruh guru-guru yang telah berjasa melakukan tugas mulia mendidik anak Bangsa untuk tampil kedepan demi kelangsungan generasi bangsa ini.
Dalam Sambutannya Ketua Umum Dewan pimpinan pusat GOPTKI mengatakan bahwa GOPTKI harus selalu waspada terhadap perubahan yang mengarah pada pengikisan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan budi pekerti yang mempengaruhi pendidikan anak diseluruh tanah air, sebab pembangunan karakter seseorang hendaknya dimulai dari budaya dan lingkungan setempat.
Untuk mencapai hal itu GOPTKI perlu menekankan kepada seluruh penyelenggara Taman kanak-kanak agar mengembangkan layanan Pendidikan prasekolah dengan menambah unit layanan kelompok bermain.
Sementara itu Ketua Panitia Hj.Dyah Wahyuni Suwanto dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam rangka memeriakan HUT GOPTKI Kab.Poso tahun ini maka dilaksanakan beberapa jenis kegiatan yaitu: Lomba mewarnai gambar yang diikuti oleh 34 peserta, lomba busana Daerah oleh 31 peserta, Lomba mobil hias oleh 34 peserta serta jalan santai umum yang di ikuti oleh kurang lebih 400 peserta yang dilaksanakan sejak tanggal 23 s/d 26 April 2010.
Hadir dalam acara tersebut Muspida Kabupaten Poso, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa, MM, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs.Lambang Bamonturu, Ketua TP PKK Ibu Ellen Inkiriwang Pelealu, para peserta lomba serta seluruh tamu undangan lainnya, serta unsur TNI/Polri.
Kabupaten Poso Ikutkan 32 Peserta MTQ XXIII Tingkat Provinsi Sulteng di Donggala
MTQ XXIII Tingkat Provinsi Sulteng di Donggala, Kabupaten Poso Ikutkan 32 Peserta Dari 8 Cabang Yang Diperlombakan
Sejak dibukanya pelaksanaan MTQ XXIII tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Donggala oleh Gubernur Sulteng HB Paliudju yang berlangsung di Arena Utama Lapangan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa, tepatnya pada Sabtu malam (17/4), hingga kini para peserta dari Kabupaten Poso yang menempati di lokasi Jalan Pettalolo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, sedang melaksanakan berbagai lomba yang telah ditentukan oleh panitia. Adapun cabang lomba yang diikuti kafilah dari Kabupaten Poso, Cabang Tilawatil Qur'an golongan anak-anak, remaja, dewasa, dan golongan cacat netra, Cabang Tartil Qur'an golongan dasar, dan menengah, Cabang Qirait Saba' golongan umum, Cabang Hifzil Qur'an golongan 1 Juz dan Tilawah, golongan 5 Juz dan Tilawah, golongan 10 Juz, dan golongan 20 Juz, Cabang Tafsir Qur'an golongan Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan golongan Bahasa Inggris, Cabang Kaligrafi golongan tulisan naskah, golongan hiasan dekorasi, dan golongan hiasan mushaf, Cabang Syarhil Qur'an, dan Cabang Fahmil Qur'an.
"Peserta yang tampil pada kedelapan cabang lomba yang diikuti dari Kabupaten Poso sebanyak 32 orang, dengan total Kafilah MTQ Kabupaten Poso seluruhnya 57 orang yang dipimpin langsung Hi. S.Runa selaku koordinator. 10 orang pendamping disetiap cabang, 3 orang pelatih, selebihnya adalah petugas yang menangani bidang pameran, pawai, humas publikasi, dokumentasi dan peliputan, serta petugas yang menangani perlengkapan," jelas Kabag Kesra Setdakab Poso Mursid Laisa,SH.
Sebelum dilaksanakan pembukaan MTQ XXIII Kabupaten Poso juga telah mengikuti pawai bersama yang dilepas langsung Bupati Donggala Habir Ponulele, bertempat di lapangan sepakbola Persido, Kelurahan Maleni, dan malam ta'aruf di Aula Kantor Bupati Donggala. Demikian halnya pada pelantikan dewan hakim yang berlangsung di ruang Kantor DRPD Kabupaten Donggala, Jumat (16/4), Gubernur Sulteng HB Paliudju melantik 5 orang dewan hakim mewakili dari kabupaten Poso diantaranya Abdul Wahid Lamidji, Mustadir M.Ali, Sukarsudin, Hadi Salamun, dan M.Sidik.
Menurut Kabag Kesra Mursid Laisa yang juga ikut mendampingi para kafilah saat berada di Donggala mengatakan, melihat komposisi dan kemampuan rata-rata peserta MTQ Kabupaten Poso hingga saat ini mereka mempunyai harapan dan target yang besar. "Kemungkinan Kabupaten Poso pada perolehan juara diprediksi berada pada level 3 besar melalui cabang Tilawah Dewasa, Cacat Netra, Tafsir Bahasa Inggris, Qirait Qur'an, dan Hifzil 5 Juz. Sebab sebelumnya pada pelaksanaan STQ ke 20 dimana Kabupaten Poso sebagai tuan rumah pernah menjuarai umum, ini menjadi alasan utama kami," target Mursid sambil memohon kepada seluruh warga masyarakat Poso melalui dukungan doa agar Kabupaten Poso kembali meraih sukses pada event yang digelar setiap dua tahun sekali.
“Mudah-mudahan ada peserta dari Kabupaten Poso bisa mewakili dari Sulawesi Tengah pada MTQ tingkat Nasional di Bengkulu mendatang,” harap Mursid Laisa yang juga sebagai Sekretaris Umum Panitia Pelaksana MTQ XXIII Kabupaten Poso di Donggala, dalam keterangannya saat berada di Pondok tempat tinggal para Kafilah Kabupaten Poso, Jalan Pettalolo, Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, Minggu (18/4)
Sejak dibukanya pelaksanaan MTQ XXIII tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Donggala oleh Gubernur Sulteng HB Paliudju yang berlangsung di Arena Utama Lapangan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa, tepatnya pada Sabtu malam (17/4), hingga kini para peserta dari Kabupaten Poso yang menempati di lokasi Jalan Pettalolo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, sedang melaksanakan berbagai lomba yang telah ditentukan oleh panitia. Adapun cabang lomba yang diikuti kafilah dari Kabupaten Poso, Cabang Tilawatil Qur'an golongan anak-anak, remaja, dewasa, dan golongan cacat netra, Cabang Tartil Qur'an golongan dasar, dan menengah, Cabang Qirait Saba' golongan umum, Cabang Hifzil Qur'an golongan 1 Juz dan Tilawah, golongan 5 Juz dan Tilawah, golongan 10 Juz, dan golongan 20 Juz, Cabang Tafsir Qur'an golongan Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan golongan Bahasa Inggris, Cabang Kaligrafi golongan tulisan naskah, golongan hiasan dekorasi, dan golongan hiasan mushaf, Cabang Syarhil Qur'an, dan Cabang Fahmil Qur'an.
"Peserta yang tampil pada kedelapan cabang lomba yang diikuti dari Kabupaten Poso sebanyak 32 orang, dengan total Kafilah MTQ Kabupaten Poso seluruhnya 57 orang yang dipimpin langsung Hi. S.Runa selaku koordinator. 10 orang pendamping disetiap cabang, 3 orang pelatih, selebihnya adalah petugas yang menangani bidang pameran, pawai, humas publikasi, dokumentasi dan peliputan, serta petugas yang menangani perlengkapan," jelas Kabag Kesra Setdakab Poso Mursid Laisa,SH.
Sebelum dilaksanakan pembukaan MTQ XXIII Kabupaten Poso juga telah mengikuti pawai bersama yang dilepas langsung Bupati Donggala Habir Ponulele, bertempat di lapangan sepakbola Persido, Kelurahan Maleni, dan malam ta'aruf di Aula Kantor Bupati Donggala. Demikian halnya pada pelantikan dewan hakim yang berlangsung di ruang Kantor DRPD Kabupaten Donggala, Jumat (16/4), Gubernur Sulteng HB Paliudju melantik 5 orang dewan hakim mewakili dari kabupaten Poso diantaranya Abdul Wahid Lamidji, Mustadir M.Ali, Sukarsudin, Hadi Salamun, dan M.Sidik.
Menurut Kabag Kesra Mursid Laisa yang juga ikut mendampingi para kafilah saat berada di Donggala mengatakan, melihat komposisi dan kemampuan rata-rata peserta MTQ Kabupaten Poso hingga saat ini mereka mempunyai harapan dan target yang besar. "Kemungkinan Kabupaten Poso pada perolehan juara diprediksi berada pada level 3 besar melalui cabang Tilawah Dewasa, Cacat Netra, Tafsir Bahasa Inggris, Qirait Qur'an, dan Hifzil 5 Juz. Sebab sebelumnya pada pelaksanaan STQ ke 20 dimana Kabupaten Poso sebagai tuan rumah pernah menjuarai umum, ini menjadi alasan utama kami," target Mursid sambil memohon kepada seluruh warga masyarakat Poso melalui dukungan doa agar Kabupaten Poso kembali meraih sukses pada event yang digelar setiap dua tahun sekali.
“Mudah-mudahan ada peserta dari Kabupaten Poso bisa mewakili dari Sulawesi Tengah pada MTQ tingkat Nasional di Bengkulu mendatang,” harap Mursid Laisa yang juga sebagai Sekretaris Umum Panitia Pelaksana MTQ XXIII Kabupaten Poso di Donggala, dalam keterangannya saat berada di Pondok tempat tinggal para Kafilah Kabupaten Poso, Jalan Pettalolo, Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, Minggu (18/4)
Pembukaan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia Di Poso
Poso – Pelaksanaan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia bertujuan untuk saling sharing informasi sehingga tercipta suatu kesepahaman dalam membangun baik pengendalian, evaluasi dan laporan pelaksanaan program/kegiatan pembangunan di Daerah masing-masing.
Bupati Kabupaten Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM diwakili Asisten Administrasi Umum Drs. S. Songgoh membuka dengan resmi kegiatan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia di ruang Aula Losmen Alugoro Senin, 12 April 2010, yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Hadir dalam pembukaan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia , Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Purnama Megati, S,Sos. MH, Rektor Unsimar Poso Lefran Mango, SE. M.si, Peserta Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia dan para undangan lainnya.
Kegiatan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia “Temu Wicara Regional Wilayah XIII” diikuti oleh Peserta dari Universitas Tadulako Palu, Universitas Muhamadiyah Palu, Universitas Sintuwu Maroso Poso, Universitas Madako Toli-Toli, Universitas Tompotika Luwuk, Universitas Muhamadiyah Luwuk, yang akan mengikuti kegiatan ini selama 8 hari. Forum Komunikasi tersebut bertema “Membangun Kemandirian Dan Profesional Kerja Antara Pelaku Jasa Kontruksi Demi Terwujudnya Pelaksanaan Pembangunan Yang Tertib, Terarah, Efektif, Dan Efisien.
Bupati Kabupaten Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Assisten Administrasi Umum Drs. S. Songgohmenyampaikan ucapan terima kasih kepada Mahasiswa Unsimar Jurusan Teknik Sipil yang telah bersedia menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Forum Komunikasi Temu Wicara Regional Wilayah XIII, dengan harapan dalam forum ini tidak beraduh kaku tetapi bias berkembang sehingga akan terjadi tukar pendapat antar Mahasiswa yang satu dengan lainnya dalam hal membangun kemandirian di daerah masing-masing dan juga ikut membantu terbentuknya sumber daya manusia serta pendapatan hasil daerah sekaligus dapat belajar kepada daerah yang sudah berpengalaman dalam menganani permasalahan yang timbul, yang akhirnya akan dapat menyatukan persepsi Program Kerja Kedepan.
Lebih lanjut dalam sambutan Bupati Poso mengatakan bahwa, mengacu pada proses hidup berkonsep kemandirian, maka pelaksanaan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia merupakan implementasi dari harapan dan masa depan Bangsa Indonesia
Diakhir sambutanya Bupati Poso mengajak kepada seluruh Perserta Forum Komnuikasi, agar memanfaatkan Forum ini dengan sebaik-baiknya sehingga tidak tercipta suasana hanya seremonial semata, akan tetapi dalam menjalankan misinya kedepan, mampu menciptakan ide-ide strategis serta tanggap dan peka dalam menangani setiap permasalahan pembangunan. Merupakan harapan Bupati Poso agar seluruh Mahasiswa Teknik Sipil menjadi pemicu dalam proses pembangunan di daerah masing-masing dan pada khususnya daerah Kabupaten Poso.
Kegiatan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Unsimar Jurusan Teknik Sipil adalah wujud semangat Mahasiswa Teknik Sipil Se-Wilayah XIII dalam berkatifitas untuk menuangkan ide dan aspirasinya dalam suatu wadah demi kemajuan dan masa depan Bangsa Indonesia
Bupati Kabupaten Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM diwakili Asisten Administrasi Umum Drs. S. Songgoh membuka dengan resmi kegiatan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia di ruang Aula Losmen Alugoro Senin, 12 April 2010, yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Hadir dalam pembukaan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia , Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Purnama Megati, S,Sos. MH, Rektor Unsimar Poso Lefran Mango, SE. M.si, Peserta Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia dan para undangan lainnya.
Kegiatan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia “Temu Wicara Regional Wilayah XIII” diikuti oleh Peserta dari Universitas Tadulako Palu, Universitas Muhamadiyah Palu, Universitas Sintuwu Maroso Poso, Universitas Madako Toli-Toli, Universitas Tompotika Luwuk, Universitas Muhamadiyah Luwuk, yang akan mengikuti kegiatan ini selama 8 hari. Forum Komunikasi tersebut bertema “Membangun Kemandirian Dan Profesional Kerja Antara Pelaku Jasa Kontruksi Demi Terwujudnya Pelaksanaan Pembangunan Yang Tertib, Terarah, Efektif, Dan Efisien.
Bupati Kabupaten Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Assisten Administrasi Umum Drs. S. Songgohmenyampaikan ucapan terima kasih kepada Mahasiswa Unsimar Jurusan Teknik Sipil yang telah bersedia menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Forum Komunikasi Temu Wicara Regional Wilayah XIII, dengan harapan dalam forum ini tidak beraduh kaku tetapi bias berkembang sehingga akan terjadi tukar pendapat antar Mahasiswa yang satu dengan lainnya dalam hal membangun kemandirian di daerah masing-masing dan juga ikut membantu terbentuknya sumber daya manusia serta pendapatan hasil daerah sekaligus dapat belajar kepada daerah yang sudah berpengalaman dalam menganani permasalahan yang timbul, yang akhirnya akan dapat menyatukan persepsi Program Kerja Kedepan.
Lebih lanjut dalam sambutan Bupati Poso mengatakan bahwa, mengacu pada proses hidup berkonsep kemandirian, maka pelaksanaan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia merupakan implementasi dari harapan dan masa depan Bangsa Indonesia
Diakhir sambutanya Bupati Poso mengajak kepada seluruh Perserta Forum Komnuikasi, agar memanfaatkan Forum ini dengan sebaik-baiknya sehingga tidak tercipta suasana hanya seremonial semata, akan tetapi dalam menjalankan misinya kedepan, mampu menciptakan ide-ide strategis serta tanggap dan peka dalam menangani setiap permasalahan pembangunan. Merupakan harapan Bupati Poso agar seluruh Mahasiswa Teknik Sipil menjadi pemicu dalam proses pembangunan di daerah masing-masing dan pada khususnya daerah Kabupaten Poso.
Kegiatan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Unsimar Jurusan Teknik Sipil adalah wujud semangat Mahasiswa Teknik Sipil Se-Wilayah XIII dalam berkatifitas untuk menuangkan ide dan aspirasinya dalam suatu wadah demi kemajuan dan masa depan Bangsa Indonesia
Rakoor Dinas Pendidikan Kabupaten Poso
Poso – Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM membuka resmi Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten Poso, senin 12 April 2010, di Aula PGRI.
Rakoor tersebut bertemakan : “Melalui Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten Poso tahun 2010, Kita Sukseskan Pergeseran Paradigma Pendidikan Dari Wajib Belajar 9 Tahun Menjadi Hak Belajar 9 Tahun Guna Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia”.
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakoor Dinas Pendidikan Kabupaten Poso Tahun ini, mempunyai arti penting, karena rapat koordinasi ini dilaksanakan pada awal pergeseran Paradigma Pembangunan Dari wajib belajar 9 tahun, menjadi hak belajar 9 tahun dimana pemerintah menjamin tiap warga negaranya dapat memperoleh pendidikan.Selain itu pula dipergunakan sebagai sarana dan prasarana pendidikan dengan tujuan yang sama dalam menyukseskan hak belajar 9 tahun.
Peningkatan sumber daya manusia suatu hal yang sangat dan harus dipenuhi, apalagi dalam menghadapi berbagai pergeseran paradigma yang akan terjadi yang perlu kita pikirkan implikasinya dalam perencanaan pendidikan selaras dan relevan dengan kebutuhan pembangunan yang semakin meningkat.Untuk itu perlu diupayakan agar pendidikan mampu menjadi wahana yang paling efektif bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia yang didorong pula dengan upaya yang kuat, saling terkait dan terpadu. Untuk itu, untuk mewujudkan tujuan dan paradigma baru dibidang pendidikan, perlu adanya komunikasi, koordinasi, transparansi dan komitmen serta tanggung jawab yang terpadu dari berbagai pihak terkait untuk bersama sama membina dan meningkatkan mutu pendidikan.karena itu, melalui rakoor ini dapat melahirkan rumusan serta kesepakatan dan komitmen bersama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan sebagaiman yang kita inginkan.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Poso Drs.Berlin Matoneng dalam laporannya memaparkan bahwa tujuan dilaksanakannya rakoor ini agar dapat menghimpun berbagai pemikiran sekaligus merumuskan pola dan langkah strategis dalam penyusunan program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Poso kedepan dalam peningkatan mutu pendidikan
Rakoor tersebut berlangsung selama 2 hari, dengan Peserta Rakoor Dinas Pendidikan Kabupaten Poso Tahun 2010 terdiri dari 670 orang masing-masing, tenaga Fungsional/pengawas sekolah 51 orang, Kepala UPTD Kecamatan Ke Kab.Poso 18 orang, Kepala TK Negeri/Swasta Se Kab Poso 170 orang, Kepala SD/MI Negeri dan swasta se Kab.Poso 230 orang, Kepala SMP/MTs Negeri dan Swasta Se Kab.Poso 65 orang, Kepala SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se Kab.Poso 36 orang dan Undangan dan staf Dinas Pendidikan Kab.Poso.
Hadir pada Rakoor tersebut, Muspida Kabupaten Poso, Anggota DPRD, Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Anthony H.Tadjongga,BSc,S.Sos.Para pejabat dilingkungan Daerah Kabupaten Poso serta undangan lainnya.
Rakoor tersebut bertemakan : “Melalui Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten Poso tahun 2010, Kita Sukseskan Pergeseran Paradigma Pendidikan Dari Wajib Belajar 9 Tahun Menjadi Hak Belajar 9 Tahun Guna Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia”.
Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakoor Dinas Pendidikan Kabupaten Poso Tahun ini, mempunyai arti penting, karena rapat koordinasi ini dilaksanakan pada awal pergeseran Paradigma Pembangunan Dari wajib belajar 9 tahun, menjadi hak belajar 9 tahun dimana pemerintah menjamin tiap warga negaranya dapat memperoleh pendidikan.Selain itu pula dipergunakan sebagai sarana dan prasarana pendidikan dengan tujuan yang sama dalam menyukseskan hak belajar 9 tahun.
Peningkatan sumber daya manusia suatu hal yang sangat dan harus dipenuhi, apalagi dalam menghadapi berbagai pergeseran paradigma yang akan terjadi yang perlu kita pikirkan implikasinya dalam perencanaan pendidikan selaras dan relevan dengan kebutuhan pembangunan yang semakin meningkat.Untuk itu perlu diupayakan agar pendidikan mampu menjadi wahana yang paling efektif bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia yang didorong pula dengan upaya yang kuat, saling terkait dan terpadu. Untuk itu, untuk mewujudkan tujuan dan paradigma baru dibidang pendidikan, perlu adanya komunikasi, koordinasi, transparansi dan komitmen serta tanggung jawab yang terpadu dari berbagai pihak terkait untuk bersama sama membina dan meningkatkan mutu pendidikan.karena itu, melalui rakoor ini dapat melahirkan rumusan serta kesepakatan dan komitmen bersama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan sebagaiman yang kita inginkan.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Poso Drs.Berlin Matoneng dalam laporannya memaparkan bahwa tujuan dilaksanakannya rakoor ini agar dapat menghimpun berbagai pemikiran sekaligus merumuskan pola dan langkah strategis dalam penyusunan program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Poso kedepan dalam peningkatan mutu pendidikan
Rakoor tersebut berlangsung selama 2 hari, dengan Peserta Rakoor Dinas Pendidikan Kabupaten Poso Tahun 2010 terdiri dari 670 orang masing-masing, tenaga Fungsional/pengawas sekolah 51 orang, Kepala UPTD Kecamatan Ke Kab.Poso 18 orang, Kepala TK Negeri/Swasta Se Kab Poso 170 orang, Kepala SD/MI Negeri dan swasta se Kab.Poso 230 orang, Kepala SMP/MTs Negeri dan Swasta Se Kab.Poso 65 orang, Kepala SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se Kab.Poso 36 orang dan Undangan dan staf Dinas Pendidikan Kab.Poso.
Hadir pada Rakoor tersebut, Muspida Kabupaten Poso, Anggota DPRD, Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Anthony H.Tadjongga,BSc,S.Sos.Para pejabat dilingkungan Daerah Kabupaten Poso serta undangan lainnya.
Pembukaan Musyawarah Cabang IBI V Kabupaten Poso Tahun 2010
.jpg)
Poso – Bupati Poso, Drs. Piet Inkiriwang, MM membuka Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia V Kabupaten Poso Tahun 2010, Senin 12 April 2010
Hadir dalam acara tersebut, Muspida Kabupaten Poso, Ketua Pengurus Daerah IBI Propinsi Sulawesi Tengah Dra. Hasiati Ponulele M. Kes, Ketua Pengurus Cabang Kabupaten Poso Helena Kabi Bandangan, Ketua TP. PKK Ellen Inkiriwang Pelealu, Perwakilan Ibu Dharma Wanita, Perwakilan Ibu Persit Candrakirana, Perwakilan Ibu Bayangkari, dan Para Pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso serta para peserta musyawarah lainnya.
Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa seorang bidan harus mampu memperlihatkan dedikasi dan profesinalisme yang dimilikinya karena bidan kerap kali dibenturkan oleh berbagai permasalahan antara lain kasus bidan yang tidak memiliki kepetensi menolong persalinan, kasus bidan yang tidak tanggap dalam proses persalinan yang mengakibatkan bayi cedera seperti patah tangan dan kaki, kasus aborsi hingga kasus penjualan dan penyenderaan bayi.
Lanjut Bupati menegaskan seorang bidan harus ramah dan bijaksana jangan ada bidan yang pilih kasih dalam melayani pasiennya.
Diakhir sambutannya Bupati Mengharapkan melalui musyawarah ini dapat menempatkan figur yang handal untuk bidang pelatihan dan ketrampilan sehingga dapat menciptakan bidan-bidan yang profesional dibidangnya.
Sementara itu Ketua Pengurus Daerah IBI Propinsi Sulawesi Tengah Dra. Hasiati Ponulele M. Kes mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan tidak semata-mata untuk memilih pengurus baru, tetapi banyak agenda yang direncanakan untuk dilaksanakan antara lain menyusun program kerja yang menjadi acuan organisasi dalam melaksanakan program prioritas pembangunan. Tentunya program tersebut diharapkan dapat disinkronisasikan dengan program prioritas Pemerintah, karena organisasi Ikatan Bidan Indonesia merupakan mitra kerja pemerintah dalam pembangunan khususnya dalam pembangunan kesehatan, utamanya terhadap kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Untuk mewujudkan hal tersebut diharapkan melalui musyawarah cabang ini dapat memilih kepengurusan baru yang mampu membawa organisasi IBI setara dengan organisasi perempuan yang ada dikabupaten Poso. Pengurus baru harus memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dalam memasyarakatkan dan mensosialisasikan program-program IBI kepada semua pihak yaitu Masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan dan Pemerintah sebagai mitra kerja IBI.
Ketua panitia pelaksana kegiatan, Bidan Hj. Marice, S.Sos, M.Kes menyampaikan, musyawarah ini diikuti sejumlah 222 peserta, yang terdiri dari 2 orang Pengurus Daerah, 20 Orang Pengurus Cabang dan 200 orang pengurus ranting.
Penutupan MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Poso
.jpg)
Poso –Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM menutup Musyabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Kabupaten Poso Tahun 2010, di gedung wanita, sabtu 10 april 2010.
MTQ Ke-23 tingkat Kabupaten Poso tersebut, bertemakan : “Melalui MTQ XXIII Kabupaten Poso tahun 2010 kita ciptakan generasi Qur’ani. .
Acara tersebut diawali dengan Pembacaan Surat Keputusan Dewan Hakim, dan pengumuman juara,hasil jenis kegiatan yang diperlombakan.Dari hasil lomba yang digelar selama 4 hari tersebut, Kecamatan Poso Kota menjadi Juara Umum pada MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Poso.
Bupati Poso Drs.iet Inkiriwang,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh Rangkaian kegiatan lomba yang berlangsung selama 4 hari tersebut, berjalan dengan sukses, dengan hasil lomba kecamatan poso kota menjadi juara umum pada MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Poso. Hal ini kiranya menjadikan dasar kita untuk memberikan perhatian lebih pada kegiatan keagamaan ini. Apalagi bagi para Khafilah-khafilah yang berhasil meraih juara, tentunya sebagai dasar penilaian para dewan juri, yang nantinya berhak dan menjadi perwakilan dari kabupaten Poso ketingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Donggala pada tanggal 17 s/d 24 April 2010 yang akan datang. Dan tidak menutup kemungkinan akan mampu ke tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Provinsi Bengkulu.
Untuk itu, Bupati menghimbau, kiranya para khafilah yang telah berhasil menjadi juara pada MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Poso ini, yang juga menjadi wakil bagi Kabupaten Poso agar benar-benar memperhatikan kesehatan, dalam mengikuti MTQ Tingkat Provinsi di Donggala. Dengan tetap mempersiapkan mentalnya, kejernihan suara, menjaga keseimbangan makanan, serta tetap mengikuti prosedur ataupun aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam MTQ Tingkat Provinsi Nantinya.
Diakhir sambutannya Bupati mengharapkan kepada para pengurus yang membawa Khafilah dari Kabupaten Poso ini, agar dapat melaksanakan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya, dengan memperhatikan para khafilah kita yang akan berlomba, dan membuat mereka merasa nyaman, serta tidak punya hambatan, agar para khafilah dari kabupaten poso ini bisa berlomba dengan sebaik-baiknya, dan mencapai hasil yang kita inginkan bersama.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Departemen Kabupaten Poso H.Nazaruddin L.Midu,M.Ag dalam sambutannya bahwa, MTQ ini bertujuan untuk mengembangkan potensi serta minat dan bakat generasi Islam dalam bidang seni baca tulis Al-Qur’an. Sebagai siar Islam yang harus senantiasa kita laksanakan dalam mewujudkan insana-insan yang Qur’aniyah. Sesuai dengan tema pada MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Poso. Ini dimaksudkan agar kita sebagai masyarakat Kabupaten Poso, dengan terus mencerminkan sikap yang selalu menjaga kebersamaan, kekeluargaan, dan persaudaraan diBumi Sintuwu Maroso.Yang dengan sendirinya tercipta rasa solidaritas yang tnggi, dengan harapan tentunya akan membawa perubahan yang lebih baik lagi, dan lebih maju bagi Kabupaten Poso.
Kepala Kantor Kementerian Departemen Agama Kabupaten Poso, juga mengungkapkan bahwa kegiatan Keagamaan seperti ini, menjadikan tanggung jawab kita bersama dalam menyukseskannya, yang mana pada akhirnya akan bermuara pada kemaslahatan bagi masyarakan Kabupaten Poso yang kita cintai ini.
Setelah sambutanpun berakhir, dilanjutkan dengan penyerahan Piala dan bonus oleh Bupati Poso didampingi Muspida Dan Ketua TP PKK bagi para Qori dan Qoriah yang berhasil meraih juara. Setelah itu penyerahan Hadiah Kepada Kecamatan Poso Kota yang meraih Juara Umum, diterima Oleh Camat Poso Kota Maryono Ari Pamungkas,SH.
Hadir pada Penutupan MTQ tersebut, Muspida Kabupaten Poso, Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM, Kepala Kantor Kementerian Departemen Agama Kabupaten Poso H.Nazaruddin L.Midu,M.Ag. Ketua MUI Kabupaten Poso Drs.H.Lili Sumarli., Ketua TP PKK Ellen Inkiriwang Pelealu, Para pejabat Dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso,Tokoh Agama, Tokoh Pemuda,Tokoh Masyarakat, serta para Khafilah yang mengikuti MTQ ini dan undangan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)