Bupati Poso Kukuhkan Paskibraka 2010 dan Lantik Pengurus PPI

Poso – Menjelang pelaksanaan upacara bendera dalam rangka 17 Agustus, Senin (15/8), pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) resmi dikukuhkan Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM. Pengukuhan yang ditandai dengan pemasangan kendit dan lencana kepada 60 anggota paskibraka, berlangsung di baruga Torulemba.
Selain pengukuhan anggota paskibraka 2010, Bupati Poso juga melantik langsung 35 pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Poso periode 2010-2015. Dimana sebelumnnya pelaksanaan seleksi calon paskibraka di tingkat kabupaten maupun kota ini, sesuai surat keputusan kepala dinas pemuda olahraga provinsi sulawesi tengah bernomor 427/05.28/POR tanggal 2 Februari 2010. Dan surat keputusan kepala dinas pemuda olahraga kebudayaan dan pariwisata kabupaten Poso nomor 243/104/Disporabudpar tertanggal 29 Maret 2010 tentang seleksi calon peserta paskibraka tingkat Kabupaten Poso tahun 2010.
Dalam amanatnya saat melantik/mengukuhkan pengurus PPI dan anggota paskibraka, Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM mengatakan, betapa penting dan perlunya pembinaan mental maupun fisik kepada para calon anggota paskibraka, sebab di bumi tanah air (Indonesia) ini dibutuhkan suatu peran bagi seorang pemuda-pemudi. “Pemuda dan pemudi di tanah air ini adalah sebagai generasi penerus bangsa yang bisa menjadikan modal kuat dalam mempertahankan dan memperkokoh bangsa Indonesia,” tegas Bupati
Bupati Poso juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan pelatih paskibraka yang telah berusaha melatih dan membina para anggota paskibraka. “Kepada seluruh anggota paskibraka yang telah dikukuhkan, agar selalu menjaga stamina dan kondisi tubuh kalian. Sehingga pada puncak perayaan upacara bendera HUT RI ke-65 tahun 2010, kalian bisa melaksanakan tugas dan fungsi sebagai paskibraka saat di lapangan dengan kondisi dan stamina yang baik. “Tampilah semaksimal mungkin, sehingga dapat meninggalkan kesan yang baik,” pesan Bupati dalam amanatnya saat melantik anggota paskibraka, di baruga Torulemba, Minggu malam (15/8).
Menurut Hamran R.Toripalu selaku penanggung jawab pendidikan dan pelatih paskibraka Poso tahun 2010, menyampaikan, bahwa calon peserta paskibraka diambil dari siswa-siswi SMA,SMK negeri maupun swasta yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Poso. “Mereka (anggota paskibraka) berasal dari 9 kecamatan yang ada di kabupaten Poso, seperti Kecamatan Poso Kota, Poso Kota Utara, Poso Kota Selatan, Kecamatan Lage, Kecamatan Pamona Utara, Pamona Selatan, Poso Pesisir, Poso Pesisir Selatan, dan Kecamatan Poso Pesisir Utara,” rincinya.
Sebelumnya kata Hamran Toripalu, pelaksanaan pelatihan peserta paskibraka yang dipusatkan di lapangan Maroso Poso berlangsung kurang lebih selama 3 bulan (25 Mei – 15 Agustus 2010). “Walaupun kami mendapatkan hambatan di lapangan dalam pelatihan, tetapi kami dan para ketujuh pelatih yang berasal dari PPI tetap berusaha semaksimal mungkin,” keluh Hamran pada pengukuhan paskibraka.
Pelantikan/pengukuhan yang ditandai dengan penyerahan pedang pora kepada komandan paskibraka untuk pengibaran bendera dan komandan paskibraka untuk penurunan bendera, dihadiri unsur Muspida Poso, para pejabat di lingkup Pemkab Poso, pejabat TNI/Polri, para orang tua seluruh anggota paskibra, serta para tamu undangan.

Wabup Poso Lepas Tim Safari Ramadhan 1431 H/2010 M

Poso – Setelah diadakannya pasar ramadhan, dimana Pemda Poso sebagai fasilitator pengadaan pasar tersebut, kini Pemda Poso mengadakan safari ramadhan diberbagai wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Poso.
Tim safari ramadhan yang dilepas langsung Wakil Bupati Poso Abdul Muthalib Rimi,SH,MH, melibatkan para mubalig/ustadz dan pegawai negeri sipil di jajaran Pemkab Poso yang nantinya akan melakukan kegiatan shalat tarawih bersama di masjid diseluruh wilayah kecamatan yang masuk dalam jadwal kunjungan tim safari ramadhan.
Beberapa hal yang menjadi harapan dan perhatian wakil bupati saat pelaksanaan kunjungan kebeberapa kecamatan dalam hal safari ramadhan nantinya, kepada para da’i dan ustadz yang akan memberikan siraman rohani (ceramah) dan penguatan iman kepada jemaah mesjid, agar dapat menyampaikan pesan dengan tetap mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan serta rasa kebersamaan antara seluruh lapisan masyarakat. “Jangan kita memandang adanya suatu perbedaan agama, suku, ras, dan etnis yang ada di bumi sintuwu maroso, khususnya dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini,” harap Wabup.
Wabup juga menyampaikan, melalui safari ramadhan dan juga safari natal yang dilakukan oleh pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk perhatian khusus dalam menjembatani persoalan-persoalan kemasyarakatan yang timbul, yang dapat mengakibatkan pemicu-pemicu kecil sehingga hal ini dilakukan secara berkesinambungan.
Olehnya kepada instansi terkait pada pelaksanaan-pelaksanaan keagamaan seperti ini, Wabup Poso menekankan, agar lebih menjadi perhatian khusus seperti halnya pemberian dukungan dan fasilitas terhadap tim safari ramadhan begitu juga safari natal saat akan melaksanakan tugasnya. “Kepada bagian umum dan perlengkapan atau instansi lainnya, agar memperhatikan sarana transportasi/mobil yang akan digunakan para dai dan ustadz. Sebab ini yang menjadi kendala seperti tahun-tahun sebelumnya,” sorot wabup saat melepas tim safari ramadhan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, bertempat di Rujab Wabup Poso, Jumat malam (14/8).
Disamping itu Kepala Kantor Kementerian Agama Poso Drs Nazarudin L.Midu,M.Ag saat memberikan ceramah pada pelepasan tim safari ramadhan dan buka puasa bersama di rujab wabup Poso, mengatakan, yang menjadi perhatian utama adalah para mubalig yang akan diturunkan di seluruh wilayah kecamatan di kabupaten Poso agar lebih menyampaikan dakwah-dakwah yang bermanfaat penuh hikmah dan kebijaksanaan. “hindari penyampaikan materi-materi khilafiyah dan fiqih, kedepankan materi akhlak dan materi-materi silaturahim. Karena kalau materi fiqih maupun khilafiyah yang kita kedepankan, maka pasti akan timbul benturan dengan para jamaah,” tekan Kakandep Nazarudin L.Midu.
Untuk pelaksanaan ataupun jadwal tim safari ramadhan di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Poso ini telah mengawali kunjungannya di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara, Sabtu (15/8), dan akan berakhir nantinya di Kecamatan Poso Kota.
Sementara itu Kabag Humas Setdakab Poso, Amir Kiat,SH saat menanggapi persoalan situasi dan kondisi keamanan kabupaten Poso, yang mana akhir-akhir ini kabupaten Poso telah berangsur kondusif, ia mengatakan, bahwa ini tak lepas peran dari pemerintah maupun TNI/Polri terlebih masyarakat yang ada di wilayah ini (Poso). “Terbukti masyarakat saat ini bisa merasakan kenyamanan, baik dalam melakukan aktifitasnya dalam keseharian maupun dalam menjalankan kegiatan-kegiatan keagamaan,” ungkap juru bicara Pemda Poso.

Peringatan Upacara HUT Gerakan Pramuka ke-49 Dipusatkan di Bandara PLTA Sulewana

Poso – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka Ke-49 di Kabupaten Poso diperingati dalam upacara bendera, di bandar udara PT.Bukaka Tehknik Utama Desa Sulewana, Sabtu, 14 Agustus 2010.
Bertindak sebagai Pembina Upacara Bupati poso Drs.Piet Inkiriwang, MM. Upacara tersebut juga di ikuti oleh Asissten Pemerintahan dan Kesra sekaligus selaku Plh Camat Pamona Utara Drs.Lambang Bamonturu,Unsur Muspida, Tripika, para Pembina gugus depan, Pamong dan instruktur, anggota dewan kerja, Pandega, Penegak, Penggalang dan Siaga Gerakan Pramuka Kabupaten Poso, serta undangan lainnya.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Bupati Poso menyampaikan bahwa Kaum muda merupakan bagian dari komponen bangsa yang sangat rentan tehadap pelbagai perubahan yang terjadi pada tata nilai dan budaya bangsa, itu sebabnya sangatlah penting peranan pendidikan kepramukaan sebagai wadah pembetukan karakter bagi kaum muda.
Dewasa ini Pemerintah sedang bekerja keras melaksanakan pelbagai kegiatan untuk membangun dan membentuk watak, kepribadian dan ahklak mulia anak bangsa guna menjamin keberhasilan membangun masyarakat, bangsa dan Negara, antara lain dengan mempercayakannya kepada gerakan pramuka.
Lebih lanjut, dalam amanat tertulis Ketua Kwatir Nasional Gerakan pramuka mengajak para peserta didik untuk memegang teguh hakekat dasar pendidikan kepramukaan yaitu meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan yakni satya dan darma pramuka, dalam mempersiapkan kader pemimpin bangsa yang tangguh di masa depan sesuai tema peringatan Hut gerakan Pramuka ke – 49 tahun 2010 “Satu Pramuka untuk satu Indonesia”.
Diakhir amanatnya Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyampaikan harapannya, agar semua anggota Gerakan Pramuka untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan kemajuan dan perkembangan Gerakan Pramuka serta masa depan generasi muda di tanah air kita yang tercinta tana air Indonesia.
Sementara itu Ketua panitia pelaksana Drs.Petrus Sinlolidi dalam laporannya menyampaikan tiga hal yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan hari pramuka ke- 49 tahun 2010 yakni:UU no 20 tahun 2003, aturan dasar dan anggaran rumah tangga gerakan pramuka, keputusan musyawarah kerja kepalah sekolah SMP sentra Tentena, ada pun jenis kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan hari pramuka ke – 49 tahun 2010 melakukan bakti social, ceramah, kegiatan kepramukaan, dan upacara, peserta yang ikut dalam kegiatan ini yaitu gabungan 13 SMP dari Kec.Pamona utara, Kec.Pamona Timur, Kec. Pamona Barat, dengan jumlah 1.366 orang.
Di akhir upacara, dilanjutkan dengan pelantikan anggota Siaga menjadi anggota Penggalang, serta pertunjukan atraksi dari peserta pramuka dan diakhiri dengan peninjauan lokasi perkemahan.

Pemda Poso Sediakan 2 Lokasi Pasar Ramadhan


Poso - Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam menyambut datangnya bulan suci ramadhan tentunya tak lepas dari hadirnya pasar ramadhan yang menjual berbagai menu berbuka puasa. Demikian halnya dengan pemerintah daerah kabupaten Poso, dengan adanya pasar ramadhan ini pemda selalu memfasilitasi dalam hal perlengkapan untuk pasar ramadhan.

Menurut Kabag Kesra Setdakab Poso, Mursid Laisa,SH, penyelenggaraan pasar ramadahan ini sudah merupakan agenda tetap dari pemerintah daerah, dimana pihak pemda telah menyiadakan lokasi. Penyediaan lokasi ini seperti tenda dan keperluan lainnya, dan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berjualan makanan dan minuman dengan berbagai menu masakan yang akan disajikan pada saat berbuka puasa.

“Pasar ramadhan ini bukan hanya untuk warga masyarakat yang melaksanakan ibadah puasa, akan tetapi terbuka seluas-luasnya untuk masyarakat yang ada di wilayah Kota Poso dan sekitarnya,” ungkap Kabag Kesra, Mursid Laisa.

ditambahkannya, agenda pasar ramadhan yang selama ini difasilitasi pemerintah daerah (Pemda), merupakan sebuah kepedulian yang tak lain bermaksud ibadah. “Untuk Ramadhan 1431 H/2010 M ini ditempatkan didua lokasi, yakni pasar ramadhan di wilayah Poso Kota berlokasi di Jl Pulau Alor Kelurahan Gebangrejo dan yang satunya di Kelurahan Lawanga Kecamatan Poso Kota Utara. Pasar ramadhan yang ada di Kelurahan Gebangrejo kurang lebih 300 pedagang, dan untuk kelurahan Lawanga terdaftar kurang lebih 20 penjual. Para pedagang ini bukan hanya menu makanan tetapi ada juga yang menjual bahan-bahan seperti pakaian, aksesoris, dan lain sebagainya,” terang Mursid dalam laporannya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Poso, Drs Andi Rahmatullah Yusuf, melalui sambutan Bupati Poso mengatakan, dilaksanakannya pasar ramadhan ini merupakan wujud dan perhatian kita utama pemerintah daerah terhadap pelayanan kemasyarakatan, agar dapat mempermudah masyarakat khususnya kaum muslimin yang menjalankan ibadah puasa untuk memperoleh kebutuhan baik pada berbuka puasa maupun saat akan makan sahur. “Di pasar ramadhan ini sudah tersedia mulai dari menu kue sampai dengan makanan pokok lainnya,” jelasnya.

Disamping itu juga, masih dikatakannya, pelaksanaan pasar ramadhan ini merupakan wadah terciptanya interaksi sosial masyarakat yang satu dengan yang lainnya, dapat saling tukar informasi, dan secara tidak langsung akan tercipta keharmonisan masyarakat secara alamiah. “Kepada saudara-saudara sekalian manfaatkanlah kesempatan ini dengan menjaga keharmonisan antara penjual dan pembeli lainnya, agar kegiatan pasar ramadhan ini dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua. Selamat menunaikan ibadah puasa 1431 H tahun 2010 M,” imbaunya saat membuka kegiatan pasar ramadhan yang dipusatkan di Jl Pulau Alor, Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota, Rabu (11/8).

Di tempat terpisah menurut pantauan Kabag Humas Setdakab Poso, Amir Kiat SH menyampaikan bahwa, pengunjung pasar ramadhan yang dipusatkan di Jl Pulau Alor Kelurahan Gebangrejo bukan hanya dikhususkan bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa tetapi bagi umat lainnya. Terbukti saat-saat menghampiri berbuka puasa, di pasar ramadhan banyak juga umat kristiani dan lainnya yang membeli hasil dagangan berupa kue dan menu makanan lainnya. “Ini menandakan telah tercipta suatu kebersamaan melalui keharmonisan antar sesama umat beragama di daerah ini (Poso) tanpa memandang suatu perbedaan,” pungkas juru bicara Pemda Poso, Amir Kiat

Dialog Lintas Agama Dengan Pemerintah Daerah Poso

Poso - Bupati Poso diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Poso Drs. Arnold Bouw Buka secara resmi kegiatan Dialog Sehari Lintas Agama Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1431 H, Bertempat Di Hotel Wisata Poso, Senin 09/08.
Dalam Sambutan tertulis Bupati Poso yang dibacakan Kaban Kesbang dan Linmas Drs. Arnold Bouw mengatakan bahwa mengingat hal ini merupakan salah satu langkah dengan berbagai upaya untuk meningkatkan penguatan rasa persatuan dan kesatuan serta harmoni sosial ditengah-tengah masyarakat, olehnya itu saya sangat mengharapkan perhatian dan kesungguhan dari kita semua terhadap apa yang akan di komunikasikan melalui kegiatan ini sehingga nantinya setelah dialog lintas tokoh agama ini selesai, saudara-saudara akan mampu mengaplikasikannya ditengah-tengah masyarakat. Begitu pula selama dialog ini diharapkan agar bertukar pengalaman dan informasi dengan mengemukakan berbagai permasalahan yang sering dihadapi atau mungkin dirasakan sebagai suatu kendala di tengah-tengah masyarakat, sehingga melalui dialog inipun akan dapat dirumuskan suatu format yang tepat untuk dilaksanakan diwilayah masing-masing, khususnya yang berkaitan dengan tujuan penyebarluasan informasi publik bagi masyarakat tentang pentingnya peningkatan pengalaman kehidupan beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan antar umat beragama bahkan kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di wilayah Bumi Suntuwu Maroso ini.
Lanjut Bupati, Hal ini perlu saya kemukakan karena setiap wilayah sasaran atau kelompok masyarakat sudah barang tentu memiliki permasalahan yang berbeda, demikian pula kondisi masyarakat kita sekarang sangat rentan sehingga sedikit saja kekeliruan yang kita lakukan terutama dalam bidang informasi itu, bisa mengakibatkan masalah yang cukup serius, Olehnya perlu saya mengingatkan kembali agar dalam mengaplikasikan hasil dialog ini ditengah-tengah masyarakat, diharapkan tidak menimbulkan kesan arogansi apalagi sifat-sifat yang tidak mencerminkan rasa persaudaraan artinya ciptakanlah suasana yang menyejukan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan masing-masing.
Sementara itu Panitia Pelaksana Kegiatan dalam laporannya yang dibacakan Kristian Bontinge menyampaikan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada program pelayanan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso Tahun 2010 tentang peningkatan kerukunan umat beragama melalui dialog lintas tokoh agama dengan Pemerintah Kabupaten Poso yang dilaksanakan pada saat-saat menghadapi/menyambut hari-hari raya keagamaan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi baik antar tokoh lintas agama maupun dengan Pemerintah, sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan kerukunan umat beragama. Jumlah peserta yang mengikutin kegiatan dialog ini sebanyak 50 orang peserta yang terdiri dari Tokoh Muslim, Kristen, Hindu dan Katolik.
Hadir pada pembukaan dialog tersebut Muspida Kabupaten Poso, Kepala Kantor kementrian Agama kabupaten Poso DR.H. Nasruddin L Midu, M.Ag, Ketua Sinode GKST Pdt. Ishak Pole, M.si, Peserta dialog serta undangan lainnya.

Rapat Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan APBD/APBN (TP. Dekon) Di Kab. Poso Tahun 2010

Poso - Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM, didampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Anthony H Tadjongga,Bsc,S.Sos, Kepala Bapeda Ir. Johanis Tumiwa, dan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam Ir. Darma Metusala, MT Pimpin secara langsung Rapat Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan APBD/APBN (TP. Dekon) di Kabupaten Poso bertempat Di Ruang Pogombo Senin 09 Agustus 2010.
Hadir pada Rapat tersebut Para Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian DiLingkup Pemkab Poso, Serta undangan lainnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM Dalam arahannya mengatakan Rapat seperti ini sebenarnya harus dilaksanakan setiap pertriwulan agar dapat memantau pelaksanaan kegiatan Pembangunan APBD/APBN (TP. Dekon) di Kabupaten Poso.
Lanjut dikatakan Sekab, Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan APBD/APBN (TP. Dekon) ini seharusnya triwulan pertama masuk paling lambat tanggal 15 April tahun 2010, triwulan kedua paling lambat masuk tanggal 15 juli tahun 2010, triwulan ketiga harus paling lambat pada tanggal 15 oktober tahun 2010 dan triwulan empat 15 desember tahun 2010. karena laporan tersebut harus masuk tepat waktunya karena itu sudah ketentuan sehingga saya nantinya tidak dapat teguran. Bagi PPTK maupun Bendahara yang tidak melapor kegiatan fisiknya berturut-turut lampat tidak tepat pada waktunya nantinya akan mendapat tanda merah, sehingga saya harapkan laporan tersebut harus masuk paling lambat tanggal 15. Diakhir arahannya sekab menyarankan kedepan nantinya agar SKPD memberitahukan kepada tiap-tiap PPTK maupun bendahara agar dalam memilih staf nantinya yang akan diberi tugas jangan yang masih tugas belajar sehingga tidak akan menghambat pekerjaan dikantor, karena sudah banyak temuan yang saya dapatkan selama ini

Wisata Antar Tokoh-tokoh Agama di Kabupaten Poso

Poso - Bupati Poso diwakili oleh Assisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Poso Drs. Andi Rahmatullah Yusup buka secara resmi kegiatan Wisata Antar Tokoh-tokoh Umat Beragama di Kabupaten Poso, Bertempat Di Cafe Iyato Kelurahan Madale, Senin 09/08.
Dalam Sambutan tertulis Bupati Poso yang dibacakan Assisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Andi Rahmatullah Yusup mengatakan bahwa disadari atau tidak kemerosotan rasa dan semangat kebangsaan dapat dilihat dari beberapa indikasi, seperti menonjolnya kepentingan kelompok dan golongan sendiri dengan mengorbankan kepentingan bangsa dan negara, menguatnya semangat primordialisme, mengemukanya gejala pemaksaan kehendak mayoritas terhadap minoritas, memudarnya semangat dan asas satu wilayah nusantara yang berakibat terhadap terusiknya keberadaan warga tertentu yang selama bertahun-tahun bermukim dan berkarya di suatu daerah. serta melunturnya rasa solidaritas dan toleransi antar umat beragama, semuanya itu akan bermuara pada ketidak stabilan dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. suasana ketidak stabilan itu mengandung hakekat ancaman , gangguan, hambatan dan tantangan terhadap keselamatan dan kelangsungan hidup negara, bangsa dan masyarakat kita.
Lanjut dikatakan peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat sangatlah penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara serta kerukunan hidup umat beragama karena bagaimanapun dalam suatu wilayah itu jikalau masyarakatnya telah diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang keagamaan yang begitu mendalam, maka kehidupan dalam wilayah itu pasti jauh dari hal-hal yang sifatnya akan merugikan orang lain maupun diri sendiri.
hal ini perlu saya kemukakan karena setiap wilayah pasti memiliki permasalahan yang berbeda. demikian pula kondisi masyarakat kita sekarang ini sangat rentan sehingga sedikit saja kekeliruan yang kita lakukan terutama dalam bidang pelayanan ataupun dalam memberikan informasi dan melakukan komunikasi dengan orang lain, itu bisa mengakibatkan masalah yang cukup serius . olehnya perlu saya mengingatkan kembali agar dalam interaksi sosial sebagai tokoh masyarakat diharapkan dapat mencerminkan rekonsiliasi, artinya ciptakanlah suasana yang menyejukan dimulai dari diri , keluarga dan lingkungan masing-masing sehingga dengan demikian orang lain akan menyaksikan dan mengikuti suatu perubahan prilaku positif dari saudar-saudara sekalian.
Akhirnya sekali lagi saya minta perhatian dan kesungguhan dari saudara-saudara semua, agar apa yang hendak kita capai melalui kegiatan ini dapat terwujud.
Sementara itu Panitia Pelaksana Kegiatan dalam laporannya yang dibacakan Drs. H. Tondawani.M menyampaikan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan bersama kementrian Agama dan Kementrian Dalam Negeri Nomor 09 Tahun 2006 / Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Antar Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkembangkan keharmonisan saling pengertian, saling menghormati dan saling percaya diantara umat beragama. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Komisi Guru Sekolah Minggu.
Hadir pada pembukaan dialog tersebut Kaban Kesbang Pol dan Linmas Kabupaten Poso, Drs. Arnold Bouw, Tokoh-tokoh Agama, Tokoh-tokoh Pemuda, Komisi Guru Sekolah Minggu serta serta undangan lainnya.