Poso - Turnament kejuaraan tinju antar sasana dalam memperebutkan Piala Bupati se Kabupaten Poso telah digelar selama kurang lebih 4 hari (5-8 Mei 2010) dengan mengundang perhatian banyak publik.
Dimana pada kejuaraan tinju ini dimenangkan oleh Sasana Tadulako sebagai juara umum yang diikuti Kontingen daerah, Sasana Prajawibawa, Sasana Garuda Putih, Sasana BBC, Sasana Rembas, Sasana Batedos, dan Sasana Pemuda Pancasila. Untuk petinju terbaik atas nama Alan dari Sasana Tadulako, dan sebagai petinju favorit Samsudin juga dari Sasana Tadulako.
Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM mengatakan, kegiatan olahraga tinju di Kabupaten Poso harus tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan mengingat sangat banyak bibit-bibit muda/para pemula yang memiliki bakat, minat terpendam yang ditampilkan. Selain itu, masih dikatakannya, dengan melihat ribuan khalayak ramai yang memenuhi gedung olahraga ketika pertandingan berlangsung, ini menandakan masyarakat Kabupaten Poso yang haus akan hiburan khususnya dibidang olahraga.
Olehnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Poso kedepan akan lebih memperhatikan perkembangan olahraga, khususnya olahraga tinju yang penuh dengan tantangan. "Kedepan juga, perlu adanya pelatihan-pelatihan khusus bagi para petinju oleh pelatih-pelatih profesional, serta mengupayakan adanya ring tinju milik Pemda. Sehingga akan lahir petinju-petinju terbaik di Kabupaten Poso," harap Bupati Piet saat menutup kejuaraan tinju yang berlangsung di Gedung Olahraga Puselemba, di Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Minggu malam (8/5).
"Turnamen ini selain bertujuan untuk menyalurkan minat para petinju yang ada di Kabupaten Poso, juga untuk mempersiapkan atlet Kabupaten Poso nantinya yang akan mengikuti Pordaprov di Kabupaten Toli-Toli pada Juli 2010 mendatang, yang mana ini juga akan ditentukan pada hasil pertandingan final pada kejuaraan tinju saat ini," tambah Ketua Panitia Drs. M.Jamal,MM yang juga Kabag Umum dan Perlengkapan Setdakab Poso.
Kegiatan ini (tinju) dihadiri Sekda Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa,MM, Anggota DPRD Poso Hidayat Bungasawa,SH, Kasat Pol PP Poso Ruddy R.Rompas,SH yang juga Pembina Sasana Prajawibawa, para pejabat di lingkup Pemkab Poso, Ketua TP. PKK Kabupaten Poso Ellen Inkiriwang Pelealu, Ketua Dharma Wanita Poso Meisyura A.Lawasa Pakaya, unsur TNI/Polri, serta para pecinta olahraga tinju.
Puncak Peringatan Hardiknas Tingkat Kabupaten Poso di Pendolo
Poso – Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tanggal 2 mei 2010, dilaksanakan dalam bentuk Upacara Bendera pada hari selasa 11 mei 2010 di Lapangan desa Pendolo, kec.Pamona selatan Kab.Poso.
Upacara Diawali dengan Pengibaran Bendera Sang Merah Putih Diiringi dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Teks Pancasila oleh Bupati Poso diikuti oleh seluruh Peserta upacara.
Sementara itu dalam Sambutan Menteri Pendidikan nasional Mohammad Nuh yang diwakili oleh Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang, MM mengatakan bahwa tanggal 2 mei merupakan hari yang mempunyai makna bagi seluruh pemangku kepentingan Pendidikan, utaamanya para tenaga pendidik, serta peserta didik dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi baik jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.
HARDIKNAS diperingati untuk mengenang jasa Bapak pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan yang patut dikenang dan dihargai.
Bupati Poso mengajak seluruh masyarakat Kab.Poso agar peringatan HARDIKNAS kali ini dapat membangkitkan rasa optimisme, kepercayaan diri dan tentu sambil terus berusaha, untuk terus membangun Bangsa kita tercinta ini Bangsa Indonesia, sesuai dengan tema HARDIKNAS tahu ini yaitu ”Pendidikan Karakter untuk membangun peradaban bangsa”
Usai upacara dilaksanakan, dilanjutkan dengan Penetapan hasil seleksi calon kepala sekolah, guru, kepala sekolah, pengawas dan siswa berprestasi terbaik tingkat Kab. Poso tahun 2010 sekaliguis penyerahan sertivikat dan piagam penghargaan. Yang meraih prestasi tersebut Cakep terbaik dan berprestasi:Theophilus Wengkau SDN Lengkeka, lore barat,Amos Mangile,M.Hum SMPN 1 Pamut,Putri Botilangi,S.Pd SMAN 1 Lage, Evelin R Bintiri,S.Pd SMKN 2 Poso, Nelmayati Nyolo-nyolo SMPN 3 Pamut,Muh.Mahfuddin,S.Pdi SD MI Aliklas sayo,Yenny F Tampa’i,S,Pd SMK 2 Tentena, Rin Botilangi,S.Pd Dinas Pendidikan,Drs.Ruben Pasiamping Dinas Pendidikan.
Peserta Upacara HARDIKNAS unsur Tripika, Muspida, Korpri Kecamatan Pamona Selatan, Guru-guru TK/SD, SLTP, SMA Negeri,/Swasta se – Pamona Selatan, Siswa-siswa TK/SD Se-Kota Pendolo dan SLTP,SMA Negeri/Swasta Pamona Selatan dan Pamona Utara, Para Pensiunan Kepala-kepalah Sekolah dan Pegawai pensiun Se-kecamatan Pamona Selatan, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda Se-kota pendolo.
Upacara Diawali dengan Pengibaran Bendera Sang Merah Putih Diiringi dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Teks Pancasila oleh Bupati Poso diikuti oleh seluruh Peserta upacara.
Sementara itu dalam Sambutan Menteri Pendidikan nasional Mohammad Nuh yang diwakili oleh Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang, MM mengatakan bahwa tanggal 2 mei merupakan hari yang mempunyai makna bagi seluruh pemangku kepentingan Pendidikan, utaamanya para tenaga pendidik, serta peserta didik dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi baik jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.
HARDIKNAS diperingati untuk mengenang jasa Bapak pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan yang patut dikenang dan dihargai.
Bupati Poso mengajak seluruh masyarakat Kab.Poso agar peringatan HARDIKNAS kali ini dapat membangkitkan rasa optimisme, kepercayaan diri dan tentu sambil terus berusaha, untuk terus membangun Bangsa kita tercinta ini Bangsa Indonesia, sesuai dengan tema HARDIKNAS tahu ini yaitu ”Pendidikan Karakter untuk membangun peradaban bangsa”
Usai upacara dilaksanakan, dilanjutkan dengan Penetapan hasil seleksi calon kepala sekolah, guru, kepala sekolah, pengawas dan siswa berprestasi terbaik tingkat Kab. Poso tahun 2010 sekaliguis penyerahan sertivikat dan piagam penghargaan. Yang meraih prestasi tersebut Cakep terbaik dan berprestasi:Theophilus Wengkau SDN Lengkeka, lore barat,Amos Mangile,M.Hum SMPN 1 Pamut,Putri Botilangi,S.Pd SMAN 1 Lage, Evelin R Bintiri,S.Pd SMKN 2 Poso, Nelmayati Nyolo-nyolo SMPN 3 Pamut,Muh.Mahfuddin,S.Pdi SD MI Aliklas sayo,Yenny F Tampa’i,S,Pd SMK 2 Tentena, Rin Botilangi,S.Pd Dinas Pendidikan,Drs.Ruben Pasiamping Dinas Pendidikan.
Peserta Upacara HARDIKNAS unsur Tripika, Muspida, Korpri Kecamatan Pamona Selatan, Guru-guru TK/SD, SLTP, SMA Negeri,/Swasta se – Pamona Selatan, Siswa-siswa TK/SD Se-Kota Pendolo dan SLTP,SMA Negeri/Swasta Pamona Selatan dan Pamona Utara, Para Pensiunan Kepala-kepalah Sekolah dan Pegawai pensiun Se-kecamatan Pamona Selatan, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda Se-kota pendolo.
Kejuaraan Tinju Bupati Cup 2010
Poso – Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM membuka secara resmi Turnamen Kejuaraan Tinju amatir antar sasana perebut Piala Bupati Cup Kabupaten Poso. di Gedung Olahraga Puselemba, Rabu (5/4).
Bupati Poso dalam sambutannya, diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa, MM mengatakan bahwa gelar tinju Amatir ini merupakan kegiatan yang paling tepat, karena dari kegiatan seperti inilah kita bisa menyaksikan secara langsung Atlit-atlit muda poso yang berbakat serta mempunyai potensi dalam bidang olahraga tinju.
Lanjut dikatakannya, hasil dari turnamen ini kiranya menjadi tolak ukur kita untuk mencari Petinju-petinju yang terbaik dalam mengikuti Porda Propinsi ke 6 yang akan dilakasanakan pada bulan Juli 2010 di kabupaten Toli-toli,
“Kita tahu bersama bahwa kab.Poso sejak lama dikenal degan Gudangnya para Atlit khususnya Olahraga Tinju maka secara Reguler kedepan akan lebih dipermantap sehingga apa yang kita inginkan dapat terwujud,” tutur Sekdakab Poso
Sementara itu, Ketua Panitia Drs. Jamal,MM dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan kejuaraan tinju amatir antar sasana perebutan piala Bupati Poso merupakan salah satu program kerja pengurus cabang Pertina Kabupaten Poso periode 2010-2013 yang baru terbentuk.
Peserta Kejuaraan Tinju amatir yang memperebutkan Piala Bupati tersebut, diikuti oleh petinju-petinju yang berasal dari 7 sasana yang ada dikabupaten poso, terdiri dari 8 kelas. Kegiatan ini akan berlangsung selama 5-8 mei 2010 dengan jumlah peserta 38 orang .
Sebelumnya Ir.T.Samsuri,MSi selaku Ketua Pengurus cabang Pertina Kab.Poso dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemda, Panitia serta seluru peserta yang telah berupaya demi terlaksananya kegiatan ini.” Semoga kedepan olahraga tinju akan semakin ditingkatkan sehingga dapat membawa harum nama daerah sintuwu maroso” harap ketua Pertina Kab.Poso.
Hadir pada kesempatan tersebut Muspida Kabupaten Poso, Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs. Sin S. Songgo, para pejabat dilingkungan pemerintah daerah kabupaten poso, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus cabang Pertina kabupaten poso, para pencinta olahraga tinju, serta undangan lainnya.
Bupati Poso dalam sambutannya, diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa, MM mengatakan bahwa gelar tinju Amatir ini merupakan kegiatan yang paling tepat, karena dari kegiatan seperti inilah kita bisa menyaksikan secara langsung Atlit-atlit muda poso yang berbakat serta mempunyai potensi dalam bidang olahraga tinju.
Lanjut dikatakannya, hasil dari turnamen ini kiranya menjadi tolak ukur kita untuk mencari Petinju-petinju yang terbaik dalam mengikuti Porda Propinsi ke 6 yang akan dilakasanakan pada bulan Juli 2010 di kabupaten Toli-toli,
“Kita tahu bersama bahwa kab.Poso sejak lama dikenal degan Gudangnya para Atlit khususnya Olahraga Tinju maka secara Reguler kedepan akan lebih dipermantap sehingga apa yang kita inginkan dapat terwujud,” tutur Sekdakab Poso
Sementara itu, Ketua Panitia Drs. Jamal,MM dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan kejuaraan tinju amatir antar sasana perebutan piala Bupati Poso merupakan salah satu program kerja pengurus cabang Pertina Kabupaten Poso periode 2010-2013 yang baru terbentuk.
Peserta Kejuaraan Tinju amatir yang memperebutkan Piala Bupati tersebut, diikuti oleh petinju-petinju yang berasal dari 7 sasana yang ada dikabupaten poso, terdiri dari 8 kelas. Kegiatan ini akan berlangsung selama 5-8 mei 2010 dengan jumlah peserta 38 orang .
Sebelumnya Ir.T.Samsuri,MSi selaku Ketua Pengurus cabang Pertina Kab.Poso dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemda, Panitia serta seluru peserta yang telah berupaya demi terlaksananya kegiatan ini.” Semoga kedepan olahraga tinju akan semakin ditingkatkan sehingga dapat membawa harum nama daerah sintuwu maroso” harap ketua Pertina Kab.Poso.
Hadir pada kesempatan tersebut Muspida Kabupaten Poso, Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs. Sin S. Songgo, para pejabat dilingkungan pemerintah daerah kabupaten poso, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus cabang Pertina kabupaten poso, para pencinta olahraga tinju, serta undangan lainnya.
Unsimar Poso Mewisuda 1341 Orang Sarjana
.jpg)
Poso – Wisuda Sarjana Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso angkatan XV berlangsung dalam rapat senat terbuka di Gedung Dharma Wanita Poso, Rabu (5/5). Rapat yang dipimpin langsung Rektor Unsimar Poso Lefrand Mango, SE, MSi, tersebut dengan agenda utama wisuda kepada para lulusan sarjana yang telah mengikuti yudisium pada fakultas masing-masing.
Sambutan Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM diwakili Sekab Poso Drs Amdjad Lawasa, MM mengingatkan bahwa kesuksesan yang telah diperoleh sekarang dengan meraih gelar sarjana adalah kesuksesan awal menuju keberhasilan di masa yang akan datang. Karena masa depan penuh tantangan dan persaingan global yang membutuhkan SDM yang handal.
Olehnya itu lanjut Bupati, predikat yang disandang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing sehingga para sarjana memiliki integritas kepribadian yang berdimensi sosial, berakhlak dan memiliki pandangan jauh ke depan dalam menghadapi segala tantangan hidup.
Bupati juga mengharapkan kepada para wisudawan terutama yang sudah jadi pegawai negeri, dengan predikat sarjana tentu secara otomatis harus berupaya merubah pola pikir dan pola tindak sesuai figur seorang sarjana dengan kualitas kerja yang mencerminkan profesionalisme, dan bukan justru sebaliknya predikat sarjana hanya sekedar dimanfatkan untuk perbaikan nasib sebagai pegawai negeri ke jenjang yang lebih tinggi tetapi pada kenyataanya tidak dapat berbuat apa-apa.
Selaku Rektor Unsimar, Lefrand Mango, SE, MSi melaporkan pertanggungjawaban wisuda sarjana yang ke-15 dengan total wisudawan 199 sarjana terdiri dari, Sarjana Pertanian 11 orang, Ekonomi 39 orang, Pendidikan 84 orang, teknik 29 orang, hokum 14 orang dan social 22 orang. Sehingga sampai tanggal 5 mei 2010 Unsimar telah menamatkan 1341 orang sarjana.
Lefrand juga melaporkan tenaga pendidik yang dimiliki unsimar sekarang 89 orang dosen tetap dengan kualifikasi S3 tiga orang, S2 29 orang dan lainnya sementara melanjutkan pendidikan S2 memenuhi tuntutan PP No. 9 tahun 2005 kualifikasi tenaga pengajar minimal S2 (Magister).
Menutup laporannya, Rektor unsimar menyampaikan prasarana kampus unsimar setiap tahunnya mengalami peningkatan dengan dukungan Pemerintah Daerah melalui APBD, sehingga secara bertahap kebutuhan akan prasarana dan sarana akademik semakin meningkat meskipun belum memenuhi kebutuhan.
Sementara Orasi Ilmiah yang dibawakan Prof. Dr. Ferdinand Kerebungu dengan tema meningkatkan kapasitas intelektual dan profesionalisme menuju masyarakat poso yang mandiri mendapat aplaus dari para hadirin
Hadir Dalam acara wisuda sarjana XV Unsimar Poso Ketua Kopertis wilayah 9 SulawesiDr, Basri Wello, MBA, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Sulawesi Tengah Burhan Andi Masse, Rektor Unsimar, Para Muspida, para pejabat di lingkungan pemda poso, para anggota DPRD Poso, tokoh agama, tokoh masyarakat, para wisudawan dan wisudawati serta para undangan lainnya.
Rapat Kebijakan Pemungutan Daerah UU Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak dan Retribusi
Rapat Kebijakan Pemungutan Daerah UU Nomor 28
Poso – Rapat bersama Kepala Dinas, Badan, Kantor, Bagian di lingkup Pemkab Poso dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amjad Lawasa,MM, didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Drs Sinsigus Songgo, Kepala Inspektorat Anthony H Tadjongga,BSc,S.Sos, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Putera Botilangi,SE,MSi dan Kabag Hukum Yan Guluda,SH,MH
Sekkab Poso Drs. Amdjad Lawasa,MM mengatakan, sehubungan dengan berlakunya UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka diharapkan peraturan daerah (Perda) yang berhubugan dengan bea, pungutan, restribusi dan pajak harus disesuaikan dengan undang-undang tersebut. “Sebagai konsekuensinya perda-perda tersebut ada yang dicabut, disesuaikan (direvisi) dan atau dibuat baru,” jelasnya.
Ditambahkannya pula, ada beberapa perda yang harus dicabut sesuai dengan undang-undang (UU) yang berlaku dan perda yang harus disesuaikan atau direvisi, diantaranya retribusi penjualan produksi usaha daerah, pajak hotel, restoran, penerangan jalan, dan pajak hiburan. Selain itu ada penambahan perda yang harus dibuat baru sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2009, diantaranya pajak hiburan, pajak parkir, retribusi pengendalian menara telekomunikasi dan lain sebagainya.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan perda yang baru, yaitu dengan memperhatikan unsur-unsur yang terkait didalamnya, dimana dalam penyusunan perda melibatkan berbagai elemen-elemen yang berperan penting dan bukan sebagai penghambat peningkatan ekonomi. “Olehnya dalam menyusun perda jangan terlalu gegabah dan bersikap sewenang-wenang, tetapi harus lebih sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang telah ada dengan memperhatikan peningkatan ekonomi,” harap sekab dalam arahannya tentang pajak dan retribusi, di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, Selasa (4/5).
Ada beberapa tarif maksimum yang dikenakan daerah terhadap tempat hiburan menurut UU No. 34 Tahun 2009, tetapi dalam UU No. 29 Tahun 2009 kenaikan tarif yang dikenakan daerah sedikit naik seperti pajak hiburan dari 35% menjadi 75%, Pajak parker dari 20% menjadi 30% dan khusus pajak hiburan kenaikannya disesuaikan dengan jenis hiburan yang ada di daerah masing-masing.
Kepala BPKAD Putra Botilangi menyampaikan bahwa restribusi daerah didasari UU No.28 Tahun 2009 dan PP No.38 Tahun 2007, tentang pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Dan tinjauan tarif restribusi daerah akan ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah, sedangkan pada perubahan tarif restribusi ditetapkan dengan peraturan kepala daerah.
“Perda-perda yang harus disesuaikan/direvisi dan yang harus dibuat baru, maximal 31 Desember 2010 harus selesai dan paling lambat 2013. Sebab ini akan dikenakan sanksi bagi daerah yang terlambat membuat penyusunan perda, sesuai dengan PMK No. 11/PMK.07/2010,” cetus Putra Botilangi.
Olehnya, apa yang telah disusun akan dikonsultasikan ke Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri sebelum dilanjutkan ke DPR-RI. “Kepada seluruh Kepala Dinas, Badan , Kantor, dan Bagian, agar lebih memperhatikan kebijakan daerah sehubungan dengan perda-perda yang baru sesuai dengan undang-undang nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah,” harapnya.
“Sehingga dengan adanya perda-perda yang baru dapat meningkatkan perekonomian daerah dan perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Begitu juga dalam penyusunan pajak dan restribusi yang baru ini bisa membawa perubahan perekonomian dan pendapatan daerah khususnya bagi daerah kabupaten Poso,” tutup Kepala BPKAD Poso Putra Botilangi,SE,M.Si
Poso – Rapat bersama Kepala Dinas, Badan, Kantor, Bagian di lingkup Pemkab Poso dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amjad Lawasa,MM, didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Drs Sinsigus Songgo, Kepala Inspektorat Anthony H Tadjongga,BSc,S.Sos, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Putera Botilangi,SE,MSi dan Kabag Hukum Yan Guluda,SH,MH
Sekkab Poso Drs. Amdjad Lawasa,MM mengatakan, sehubungan dengan berlakunya UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka diharapkan peraturan daerah (Perda) yang berhubugan dengan bea, pungutan, restribusi dan pajak harus disesuaikan dengan undang-undang tersebut. “Sebagai konsekuensinya perda-perda tersebut ada yang dicabut, disesuaikan (direvisi) dan atau dibuat baru,” jelasnya.
Ditambahkannya pula, ada beberapa perda yang harus dicabut sesuai dengan undang-undang (UU) yang berlaku dan perda yang harus disesuaikan atau direvisi, diantaranya retribusi penjualan produksi usaha daerah, pajak hotel, restoran, penerangan jalan, dan pajak hiburan. Selain itu ada penambahan perda yang harus dibuat baru sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2009, diantaranya pajak hiburan, pajak parkir, retribusi pengendalian menara telekomunikasi dan lain sebagainya.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan perda yang baru, yaitu dengan memperhatikan unsur-unsur yang terkait didalamnya, dimana dalam penyusunan perda melibatkan berbagai elemen-elemen yang berperan penting dan bukan sebagai penghambat peningkatan ekonomi. “Olehnya dalam menyusun perda jangan terlalu gegabah dan bersikap sewenang-wenang, tetapi harus lebih sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang telah ada dengan memperhatikan peningkatan ekonomi,” harap sekab dalam arahannya tentang pajak dan retribusi, di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, Selasa (4/5).
Ada beberapa tarif maksimum yang dikenakan daerah terhadap tempat hiburan menurut UU No. 34 Tahun 2009, tetapi dalam UU No. 29 Tahun 2009 kenaikan tarif yang dikenakan daerah sedikit naik seperti pajak hiburan dari 35% menjadi 75%, Pajak parker dari 20% menjadi 30% dan khusus pajak hiburan kenaikannya disesuaikan dengan jenis hiburan yang ada di daerah masing-masing.
Kepala BPKAD Putra Botilangi menyampaikan bahwa restribusi daerah didasari UU No.28 Tahun 2009 dan PP No.38 Tahun 2007, tentang pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Dan tinjauan tarif restribusi daerah akan ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah, sedangkan pada perubahan tarif restribusi ditetapkan dengan peraturan kepala daerah.
“Perda-perda yang harus disesuaikan/direvisi dan yang harus dibuat baru, maximal 31 Desember 2010 harus selesai dan paling lambat 2013. Sebab ini akan dikenakan sanksi bagi daerah yang terlambat membuat penyusunan perda, sesuai dengan PMK No. 11/PMK.07/2010,” cetus Putra Botilangi.
Olehnya, apa yang telah disusun akan dikonsultasikan ke Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri sebelum dilanjutkan ke DPR-RI. “Kepada seluruh Kepala Dinas, Badan , Kantor, dan Bagian, agar lebih memperhatikan kebijakan daerah sehubungan dengan perda-perda yang baru sesuai dengan undang-undang nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah,” harapnya.
“Sehingga dengan adanya perda-perda yang baru dapat meningkatkan perekonomian daerah dan perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Begitu juga dalam penyusunan pajak dan restribusi yang baru ini bisa membawa perubahan perekonomian dan pendapatan daerah khususnya bagi daerah kabupaten Poso,” tutup Kepala BPKAD Poso Putra Botilangi,SE,M.Si
Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Daerah WIA Kabupaten Poso
Poso – Pengukuhan dan pelantikan Pengurus Daerah Wanita Islam Alkhaerat (WIA) Kabupaten Poso masa khidmat 2010-2014 berlangsung di Gedung Darma Wanita Poso Selasa 4/05 disaksikan Bupati Poso yang diwakili Asisten Pembangunan Drs Andi Rahmatullah, Ketua WIA Provinsi Sulawesi Tengah, Sekjen WIA Provinsi, para muspida, rector unsimar Lefran Mango, SE, MSi, para pejabat di lingkungan pemda poso, para anggota wia serta para undangan lainnya.
Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM dalam sambutannya dibacakan Asisten pembangunan Drs, Andi Rahmatullah menyampaikan bahwa eksistensi WIA di kabupaten poso dapat dilihat dari dinamika organisasi yang efektif melalui program-program yang telah diamanatkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi wanita terbesar di sulawesi tengah ini.
Termasuk didalamnya proses pelantikan sebagai regenerasi kepengurusan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Sehingga para anggota WIA mampu memposisikan dirinya yang tidak saja berfungsi sebagai wadah perhimpunan yang mempersatukan seluruh warga alkhairat lebih khusus warga wia, tetapi lebih dari itu dapat berfungsi sebagai wadah pembinaan sosial kemasyarakatan dan keagamaan guna mempererat tali silaturahmi antar sesama anak bangsa tanpa memandang perbedaan yang ada.
Lebih lanjut Bupati mengatakan "kondisi seperti inilah yang diharapkan oleh kita semua kiranya terus mengkristal dalam kehidupan masyarakat kabupaten poso secara umum sehingga dalam situasi yang bagaimanapun dan meskipun kita terdiri dari berbagai suku, agama, ras etnis dan lain sebagainya kita semua diharapkan akan tetap hidup berdampingan dengan rukun dalam suasana yang tentram dan damai dalam satu ikatan persaudaraan dibawah semboyan “sintuwu maroso”. Jelas Bupati dalam sambutannya.
Sementara Sekjen WIA Provinsi sulawesi tengah Dra, Hafsah Fatah, MHi dalam sambutannya memuji eksistensi WIA sebagai organisasi yang memiliki kepengurusan yang banyak, sehingga diharapkan dari pengurus daerah yang telah dilantik dapat memegang amanah dan mempertanggungjawabkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam wilayah kerja WIA Daerah Poso.
Hafsah menambahkan, pengabdian terhadap bangsa dan Negara dapat disalurkan melalui keberadaan sebagai pengurus dan anggota wia yang melaksanakan program kerja dan kegiatan dengan ikhlas, sabar dan disiplin dan penuh tanggung jawab kepada masyarakat terlebih lagi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Acara pelantikan tersebut juga diwarnai beberapa tampilan samra dari anggota WIA Poso yang memukau para hadirin.
Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM dalam sambutannya dibacakan Asisten pembangunan Drs, Andi Rahmatullah menyampaikan bahwa eksistensi WIA di kabupaten poso dapat dilihat dari dinamika organisasi yang efektif melalui program-program yang telah diamanatkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi wanita terbesar di sulawesi tengah ini.
Termasuk didalamnya proses pelantikan sebagai regenerasi kepengurusan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Sehingga para anggota WIA mampu memposisikan dirinya yang tidak saja berfungsi sebagai wadah perhimpunan yang mempersatukan seluruh warga alkhairat lebih khusus warga wia, tetapi lebih dari itu dapat berfungsi sebagai wadah pembinaan sosial kemasyarakatan dan keagamaan guna mempererat tali silaturahmi antar sesama anak bangsa tanpa memandang perbedaan yang ada.
Lebih lanjut Bupati mengatakan "kondisi seperti inilah yang diharapkan oleh kita semua kiranya terus mengkristal dalam kehidupan masyarakat kabupaten poso secara umum sehingga dalam situasi yang bagaimanapun dan meskipun kita terdiri dari berbagai suku, agama, ras etnis dan lain sebagainya kita semua diharapkan akan tetap hidup berdampingan dengan rukun dalam suasana yang tentram dan damai dalam satu ikatan persaudaraan dibawah semboyan “sintuwu maroso”. Jelas Bupati dalam sambutannya.
Sementara Sekjen WIA Provinsi sulawesi tengah Dra, Hafsah Fatah, MHi dalam sambutannya memuji eksistensi WIA sebagai organisasi yang memiliki kepengurusan yang banyak, sehingga diharapkan dari pengurus daerah yang telah dilantik dapat memegang amanah dan mempertanggungjawabkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam wilayah kerja WIA Daerah Poso.
Hafsah menambahkan, pengabdian terhadap bangsa dan Negara dapat disalurkan melalui keberadaan sebagai pengurus dan anggota wia yang melaksanakan program kerja dan kegiatan dengan ikhlas, sabar dan disiplin dan penuh tanggung jawab kepada masyarakat terlebih lagi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Acara pelantikan tersebut juga diwarnai beberapa tampilan samra dari anggota WIA Poso yang memukau para hadirin.
Festival Perdamaian Melalui Olahraga Oleh Asa Asia Fondation 2010
Poso – Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM diwakili Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Anthony H.Tadjongga,BSc,S.Sos membuka dengan resmi “Festival Perdamaian melalui Olahraga 2010” yang diselenggarakan oleh Asa Asia Foundation tepatnya di Lapangan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Sabtu 24 April 2010.
Dalam sambutan tertulisnya Bupati Poso mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu sarana kebersamaan dan harmoni sosial ditengah-tengah masyarakat agar tetap tercipta rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara kita semua.
Manakala seluruh masyarakat memahami dan menyadari hidup dalam persaudaraan, persahabatan tanpa memandang perbedaan, itulah keberhasilan yang telah dicapai. Hal ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dukungan seluruh masyarakat ditana Lemba Poso tercinta ini.
Kondisi inilah yang membesarkan hati dan rasa optimisme yang tinggi, bahwasanya Kabupaten Poso sudah menjadi semakin baik, dengan tetap terus berbenah diri dalam membangun daerah Kabupaten Poso menjadi lebih baik bagi kemaslahatan masyarakatnya. .
Diakhir sambutannya Bupati Poso menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tulus kepada Asa Asia Foundation yang telah menggelar kegiatan ini bersama unsur pimpinan kecamatan serta seluruh masyarakat Poso kota dan sekitarnya yang telah memprakarsai dan dan memberi dukungan untuk terlaksananya kegiatan ini.
Sementara itu Garth Jones selaku koordinator Asa Asia Foundation menyampaikan bahwa Asa Asia Foundation bekerja sama dengan USAID, Serasi dan Lokal NGO Yout Centre (kreasi muda dan sondaka). Kegiatan ini diikuti oleh 6 desa yakni Lembomawo, Mapane, Pamona, Saojo, Tokorondo, Tangkura.
Selain itu Asa Asia Fondation juga telah memberikan pelatihan dan fasilitas serta menyampaikan Psychosocial dan pendidikan perdamaian melalui Olahraga specialy Sepak bola dan volley ball.
Pembukaan “Festival Perdamaian melalui Olah raga” diwarnai dengan Tendangan Bola pertama dari titik putih lapangan bola oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Antony H.Tajongga,Bsc,S.Sos yang didampingi Garth Jones, serta Kabag Humas Amir Kiat,SH menandakan dimulainya kegiatan tersebut.
Dalam sambutan tertulisnya Bupati Poso mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu sarana kebersamaan dan harmoni sosial ditengah-tengah masyarakat agar tetap tercipta rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara kita semua.
Manakala seluruh masyarakat memahami dan menyadari hidup dalam persaudaraan, persahabatan tanpa memandang perbedaan, itulah keberhasilan yang telah dicapai. Hal ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dukungan seluruh masyarakat ditana Lemba Poso tercinta ini.
Kondisi inilah yang membesarkan hati dan rasa optimisme yang tinggi, bahwasanya Kabupaten Poso sudah menjadi semakin baik, dengan tetap terus berbenah diri dalam membangun daerah Kabupaten Poso menjadi lebih baik bagi kemaslahatan masyarakatnya. .
Diakhir sambutannya Bupati Poso menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tulus kepada Asa Asia Foundation yang telah menggelar kegiatan ini bersama unsur pimpinan kecamatan serta seluruh masyarakat Poso kota dan sekitarnya yang telah memprakarsai dan dan memberi dukungan untuk terlaksananya kegiatan ini.
Sementara itu Garth Jones selaku koordinator Asa Asia Foundation menyampaikan bahwa Asa Asia Foundation bekerja sama dengan USAID, Serasi dan Lokal NGO Yout Centre (kreasi muda dan sondaka). Kegiatan ini diikuti oleh 6 desa yakni Lembomawo, Mapane, Pamona, Saojo, Tokorondo, Tangkura.
Selain itu Asa Asia Fondation juga telah memberikan pelatihan dan fasilitas serta menyampaikan Psychosocial dan pendidikan perdamaian melalui Olahraga specialy Sepak bola dan volley ball.
Pembukaan “Festival Perdamaian melalui Olah raga” diwarnai dengan Tendangan Bola pertama dari titik putih lapangan bola oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Antony H.Tajongga,Bsc,S.Sos yang didampingi Garth Jones, serta Kabag Humas Amir Kiat,SH menandakan dimulainya kegiatan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)