Poso – Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa,MM melalui Kabag Humas Setdakab Poso Amir Kiat,SH, mengatakan, bahwa selam Bulan Suci Ramadhan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui Surat No. 800/08.229/BKD.PSO/2009 tanggal 21 Agustus 2009 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dan kepada seluruh Camat se Kabupaten Poso bahwa jam kerja Pegawai Negeri Sipil selama bulan Suci Ramadhan dikurangi sebagai berikut. Pada hari Senin s/d Kamis masuk jam 08.00 – 15.00 Wita dengan istirahat 1 jam mulai jam 12.00 – 13.00 Wita, dan hari Jumat masuk jam 08.00 – 15.30 Wita dengan istirahat satu setengah (1 ½) jam, yaitu jam 11.00 – 13.30 Wita.
Untuk itu diharapkan kepada seluruh jajaran untuk melaksanakannya, namun diharapkan aktivitas keseharian dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dan juga selam bulan suci Ramadhan apel pagi ditiadakan.
Lebih lanjut kata Kabag Humas Amir Kiat,SH yang mengutip himbauan Bupati Poso, untuk menghormati dan memelihara kesucian bulan suci ramadhan 1430 H/2009 M serta demi terciptanya tri kerukunan umat beragama yang harmonis dan kondusif, dihimbau kepada para pemilik warung makan, untuk tidak melakukan pelayanan secara terbuka disiang hari, kepada para pemilik agama lainnya diharapkan agar tetap memelihara, menjaga sikap toleransi beragama, hormat menghormati, serta menghargai bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa sehingga terciptanya kerukunan hidup umat beragama dalam rangka memantapkan kerukunan hidup umat beragama demi terwujudnya harmoniasi yang hakiki.
Bupati Poso Buka Pemaparan LPTTGI
Poso – Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM yang diwakili Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM membuka kegiatan pemaparan ataupun Ekspo Oleh Lembaga pengembangan Teknologi Tepat Guna (LPTTGI) Malindo. Kab.Luwu Utara. Kamis 27 Agustus 2009.Bertempat di Ruang Pogombo Kantor Bupati.
Pemaparan atau Ekspo LPTGI Malindo ini, merupakan pemaparan tentang pelatihan Produk Unggulan Daerah. Dalam hal ini lembaga LPTGI Malindo memberikan pemaparan ataupun pelatihan yang bergerak dalam Skala Ekonomi kecil dan menengah, yang mencakup produk Unggulan Daerah. Hasil Produk Unggulan Daerah tersebut dimaksudkan adalah hasil Pertanian, perkebunan,perikanan, antara lain jagung,pisang,ubi/keladi, ikan, kelapa, aneka buah, yang sesuai dengan potensi local daerah yang Ada Di Kabupaten Poso. Hasil Potensi Lokal Daerah tersebut akan dikelola menjadi produk makanan ringan yang nantinya akan menjadi produk unggulan Daerah Kabupaten Poso.
ini merupakan wujud untuk menciptakan lapangan kerja terukur, peningkatan pendapatan bagi masyarakat, serta membantu mengurangi sekaligus menambah pendapatan bagi masyarakat.
Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM Dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Pemaparan ini akan membantu kita dalam melihat potensi Produk Unggulan Daerah yang dimiliki Kabupaten Poso baik itu dari hasil pertanian barupa jagung , pisang, ubi/keladi, atau dari hasil perkebunan yang meliputi Kelapa, dan aneka buah-buahan lainnya maupun dari hasil perikanan Kemudian diolah melalui Teknologi tepat guna dapat dijadikan produk makanan ringan kedalam bentuk dan kemasan yang menarik.
Hal ini tentunya akan mengenalkan hasil produk kita khususnya Kabupaten Poso yang diolah dengan menggunakan teknologi tepat guna menjadi produk makanan ringan kering baik dalam memperkenalkan produk kita di dalam daerah sendiri, maupun akan menjual produk itu keluar daerah.
merupakan suatu gebrakan baru dalam membantu kemaslahatan bagi orang banyak, karena disamping kita dapat memperkenalkan hasil produk dari daerah kita sendiri kepada daerah luar usaha ini akan melibatkan banyak orang, dengan begitu kita telah menciptakan lapangan pekerjaan.
Sementara itu, Pemateri yang membawakan pemaparan tersebut, H.Sakaruddin mengatakan bahwa ketersediaan bahan baku yang ada di Kabupaten Poso ini sangat banyak, dan itu dapat diolah melalui teknologi tepat guna dapat menghasilkan berbagai bentuk makanan ringan kering, yang dikemas dengan cukup menarik para pembeli, serta hasil produk tersebut, khas dari dari Kabupaten Poso.Tentu melalui mekanisme dan pemasaran yang baik dan sehat dalam menyalurkan hasil Produksi tersebut.
Pemaparan atau Ekspo LPTGI Malindo ini, merupakan pemaparan tentang pelatihan Produk Unggulan Daerah. Dalam hal ini lembaga LPTGI Malindo memberikan pemaparan ataupun pelatihan yang bergerak dalam Skala Ekonomi kecil dan menengah, yang mencakup produk Unggulan Daerah. Hasil Produk Unggulan Daerah tersebut dimaksudkan adalah hasil Pertanian, perkebunan,perikanan, antara lain jagung,pisang,ubi/keladi, ikan, kelapa, aneka buah, yang sesuai dengan potensi local daerah yang Ada Di Kabupaten Poso. Hasil Potensi Lokal Daerah tersebut akan dikelola menjadi produk makanan ringan yang nantinya akan menjadi produk unggulan Daerah Kabupaten Poso.
ini merupakan wujud untuk menciptakan lapangan kerja terukur, peningkatan pendapatan bagi masyarakat, serta membantu mengurangi sekaligus menambah pendapatan bagi masyarakat.
Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM Dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Pemaparan ini akan membantu kita dalam melihat potensi Produk Unggulan Daerah yang dimiliki Kabupaten Poso baik itu dari hasil pertanian barupa jagung , pisang, ubi/keladi, atau dari hasil perkebunan yang meliputi Kelapa, dan aneka buah-buahan lainnya maupun dari hasil perikanan Kemudian diolah melalui Teknologi tepat guna dapat dijadikan produk makanan ringan kedalam bentuk dan kemasan yang menarik.
Hal ini tentunya akan mengenalkan hasil produk kita khususnya Kabupaten Poso yang diolah dengan menggunakan teknologi tepat guna menjadi produk makanan ringan kering baik dalam memperkenalkan produk kita di dalam daerah sendiri, maupun akan menjual produk itu keluar daerah.
merupakan suatu gebrakan baru dalam membantu kemaslahatan bagi orang banyak, karena disamping kita dapat memperkenalkan hasil produk dari daerah kita sendiri kepada daerah luar usaha ini akan melibatkan banyak orang, dengan begitu kita telah menciptakan lapangan pekerjaan.
Sementara itu, Pemateri yang membawakan pemaparan tersebut, H.Sakaruddin mengatakan bahwa ketersediaan bahan baku yang ada di Kabupaten Poso ini sangat banyak, dan itu dapat diolah melalui teknologi tepat guna dapat menghasilkan berbagai bentuk makanan ringan kering, yang dikemas dengan cukup menarik para pembeli, serta hasil produk tersebut, khas dari dari Kabupaten Poso.Tentu melalui mekanisme dan pemasaran yang baik dan sehat dalam menyalurkan hasil Produksi tersebut.
Tim Safari Ramadhan Pemprov Sulteng di Poso
.jpg)
Poso – Jadwal Safari Ramadhan merupakan salah satu agenda rutin Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng pada setiap bulan Puasa, yang akan mengunjungi atau sebagai ajang silaturahmi diberbagai kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Begitu juga halnya yang ada di Kabupaten Poso, dengan mengagendakan safari ramadhan disetiap kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Poso.
Olehnya, saat rombongan Tim Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Sulteng yang dipimpin Wakil Gubernur Sulteng Achmad Yahya,SE,MM saat tiba di Kabupaten Poso, yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Poso Abd.Muthalib Rimi,SH,MH bersama para jajaran pejabat Pemda Poso, bertempat di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Poso, Rabu (26/8). Kedatangan rombongan Pemprov ini juga saat tiba di Poso melakukan buka puasa bersama di Rujab Wakil Bupati Poso, dan dilangsungkan dengan Shalat Tarawih bersama di Mesjid Raya Baiturrahman, Kelurahan Gebangrejo.
Wagub Sulteng Achmad Yahya dalam sambutannya saat shalat tarawih mengatakan, bahwa kegiatan safari ramadhan ini tak lain sebagai ajang silaturahmi antar sesama umat Muslim baik dari jajaran Pemerintah dengan masyarakat. “Ini juga sebagai salah satu upaya untuk pendekatan diri antara pemimpin dengan rakyatnya, dan begitu pula sebaliknya, rakyatnya lebih dekat dengan pemimpinnya,” jelas Wagub.
“Dengan seperti ini, para rakyat akan lebih mengenal siapa dan seperti apa para pemimpin di daerahnya, melalui pengetahuan ataupun informasi dari berbagai media cetak dan eloktronik maupun pada jaringan informasi lainnya.” terangnya.
Diakhir sambutannya, Wagub Achmad Yahya menyampaikan juga beberapa tujuan kegiatan dari pemerintah provinsi Sulteng, selain jadwal pelaksanaan safari ramadhan juga dilakukannya pelantikan para anggota dewan masa bhakti 2009 -2014 di berbagai kabupaten lainnya, seperti di Kabupaten Banggai dan Kabupaten Morowali.
Disamping itu juga, Ustad Ardian Madewa,S.Ag, dalam tausiah/ceramahnya menyampaikan beberapa keutamaan dan khidmah di bulan suci ramadhan, Ia menjelaskan bahwa, dimana dalam menjalanakan ibadah Puasa pada bulan suci ramadhan ini, sebagai umat manusia kita diuji sejauh mana kesabaran dan kejujuran kita dalam menjalankan ibadah puasa. Janganlah diantara kita ada permusuhan, yang nantinya akan merugikan kita sendiri.
Ditambahkannya, ada 4 (empat) orang yang dirindukan SurgaNya Allah SWT, yaitu orang yang selalu membaca Al-Qur’an, selalu menjaga lidah (perkataan), orang yang memberikan buka Puasa, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.
Kegiatan safari ramadhan dan shalat tarawih di Mesjid Raya Baiturrahman Poso ini dihadiri para pejabat Pemprov Sulteng dan Pemda Poso, para anggota dewan propinsi dan kabupaten Poso, tokoh agama Islam, serta para jamaah mesjid Baiturrahman.
Upacara Peringatan HUT Proklmasi Kemerdekaan RI Ke-64 Tahun 2009
Poso – Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke-64 Tahun 2009 berjalan secara Hikmat dilingkuangan Pemerintah Daerah kabupaten yang bertindak sebagai irup Sekretaris Daerah kabupaten Poso Drs. Amjad Lawasa, MM bertempat dihalaman Kantor Bupati, senin, 17 Agustus 2009.
Turut Hadir Kepala Dinas, Badan, Kantor, Bagian, seluruh karyawan dan karyawai PNS, Honorer serta Tenaga Sukarela di lingungan Pemerintah daerah Kab. Poso
Bupati Poso dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kab. Poso Drs. Amjad Lawasa, MM menyampaikan
Hadir pula pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-14 Tersebut Wakapolres Kompol Esmed Eryadi, SIK, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesdra Setdakab Poso Drs. L. Bamonturu, Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian Dilingkungan Pemkab Poso, Para Pegawai Negeri Sipil, Honor dan Sukarela dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.
Sambutannya Menteri Negara Riset dan teknologi Dr. Kusmayanto Kadiman yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amjad Lawasa, MM mengatakan Tema Peringatan Harteknas tahun ini adalah “ Kreatifitas dan Teknologi: Indonesia Bisa “ Pemilihan tema ini sekaligus menindaklanjuti Pencanangan Tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia kreatis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Peringatan Harketnas tahun ini merupakan peringatan ke-14 sejak dilakukannya Penerbangan Perdana Pesawat N-25 Gatotkaca yang dirancang oleh produksi sendiri oleh Bangsa Indonesia. Adapun Dasar Hukum yang digunakan sebagai landasan dalam memperingati Harteknas adalah Keputusan Presiden RI No. 71 tahun 1995 tentang penetapan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.
Lanjut dikatakan, penguasan Iptek dapat diwujudkan melalui penelitian pengembangan dan penerapan teknologi yang harus dilakukan secara berkesinambungan, hal ini dilakukan dengan mengerahkan segala potensi yang kita miliki, baik pemerintah, swasta/dunia usaha, maupun masyarakat baik yang ada di pusat maupun di daerah, dan pada era global dewasa ini , peradaban manusia di dunia mengalami pergeseran paradigma menuju masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society), hal tersebut dapat berimplikasi terhadap arah pembangunan Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, dari pembangunan berbasis SDA menjadi pembangunan yang berbasis masyarakat berpengetahuan, hal ini berdampak pada kehidupan ekonomi yang semula berbasis pada sumber daya (resource based economy) menjadi ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy), ini merupakan factor yang menentukan daya saing sebuah bangsa di dunia. Dikatakan pula index daya saing indonesia menurut global competiveness index (GCI) dalam laporan yang diterbitkan oleh worl economic forum (WEF) pada tahun 2008, menunjukan bahwa indonesia menempati peringkat 55 dari 135 negara, daya saing inovasi indonesia terkendala oleh kapasitas inovasi nasional yang masih rendah (menempati peringkat ke 53), lemahnya kolaborasi antara Universitas, Litbang dan Industri (peringkat 54) dan belum optimalnya penggunaan paten sebagai alat perlindungan hak kekayaan intelektual untuk diseminasi teknologi (peringkat 84) permasalahan ini merupakan tantangan bagi seluruh bangsa indonesia dalam mewujudkan indonesia yang mampu membangun daya saing nasional secara mantap dan berkesinambungan dan telah dilakukan oleh Negara-negara maju di dunia adalah perlu membangun masyarakat dengan basis iptek yang kuat.
Diakhiri sambutan Menteri Negara Riset dan Teknologi yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amjad Lawasa, MM mengatakan Serangkaian acara yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi beserta LPND-RISEK (BAKOSURTANAL, BATAN, BPPT, LIPI, BSN BAPETEN, LAPAN ) antara lain : Pertama, Pameran Ritech ( Research, Innovation, and Technology ) 2009 yang dieselenggarakan di 8 (Delapan) kota yaitu : Jakarta, Manado, Banjarmasin, Jepara, Palembang, Malang, Kupang dan Padang. Kedua, Pemberian Anugerah Ristek :Pemerintah Kabupaten dan Kota Penghargaan untuk mendorong Pembangunan Iptek melalui Peningkatan Kompetensi Kelembagaan dan Sumberdaya, Kreatifitas inovasi masyarakat penghargaan kepada masyarakat, baik secara pereorangan maupun kelompok yang mampu menghasilkan inovasi kreatif yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat., Peneliti skema insentif ristek penghargaan bagi peneliti yang mendapat skema intentif ristek untuk mendorong dan memacu mereka melakukan riset dengan hasil yang sangat memuaskan, yaitu inovasi yang bernilai komersial tinggi, Jurnalis Iptek penghargaan untuk wartawan dan penulis yang banyak menulis tentang Iptek.; Tiga, Talksnow, membahas 6 Bidang Fokus Iptek (Pangan, Kesehatan dan Obat, Energi, Tekonologi Informasi dan Komunikasi, Transportasi, Pertahanan dan Keamanan) ; Empat, Lokakarya dengan Tema “ Kreatifitas dan Teknologi Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia Tahun 2025 Strategi 6 Bidang Fokus Iptek ”.
Turut Hadir Kepala Dinas, Badan, Kantor, Bagian, seluruh karyawan dan karyawai PNS, Honorer serta Tenaga Sukarela di lingungan Pemerintah daerah Kab. Poso
Bupati Poso dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kab. Poso Drs. Amjad Lawasa, MM menyampaikan
Hadir pula pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-14 Tersebut Wakapolres Kompol Esmed Eryadi, SIK, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesdra Setdakab Poso Drs. L. Bamonturu, Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian Dilingkungan Pemkab Poso, Para Pegawai Negeri Sipil, Honor dan Sukarela dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.
Sambutannya Menteri Negara Riset dan teknologi Dr. Kusmayanto Kadiman yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amjad Lawasa, MM mengatakan Tema Peringatan Harteknas tahun ini adalah “ Kreatifitas dan Teknologi: Indonesia Bisa “ Pemilihan tema ini sekaligus menindaklanjuti Pencanangan Tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia kreatis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Peringatan Harketnas tahun ini merupakan peringatan ke-14 sejak dilakukannya Penerbangan Perdana Pesawat N-25 Gatotkaca yang dirancang oleh produksi sendiri oleh Bangsa Indonesia. Adapun Dasar Hukum yang digunakan sebagai landasan dalam memperingati Harteknas adalah Keputusan Presiden RI No. 71 tahun 1995 tentang penetapan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.
Lanjut dikatakan, penguasan Iptek dapat diwujudkan melalui penelitian pengembangan dan penerapan teknologi yang harus dilakukan secara berkesinambungan, hal ini dilakukan dengan mengerahkan segala potensi yang kita miliki, baik pemerintah, swasta/dunia usaha, maupun masyarakat baik yang ada di pusat maupun di daerah, dan pada era global dewasa ini , peradaban manusia di dunia mengalami pergeseran paradigma menuju masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society), hal tersebut dapat berimplikasi terhadap arah pembangunan Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, dari pembangunan berbasis SDA menjadi pembangunan yang berbasis masyarakat berpengetahuan, hal ini berdampak pada kehidupan ekonomi yang semula berbasis pada sumber daya (resource based economy) menjadi ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy), ini merupakan factor yang menentukan daya saing sebuah bangsa di dunia. Dikatakan pula index daya saing indonesia menurut global competiveness index (GCI) dalam laporan yang diterbitkan oleh worl economic forum (WEF) pada tahun 2008, menunjukan bahwa indonesia menempati peringkat 55 dari 135 negara, daya saing inovasi indonesia terkendala oleh kapasitas inovasi nasional yang masih rendah (menempati peringkat ke 53), lemahnya kolaborasi antara Universitas, Litbang dan Industri (peringkat 54) dan belum optimalnya penggunaan paten sebagai alat perlindungan hak kekayaan intelektual untuk diseminasi teknologi (peringkat 84) permasalahan ini merupakan tantangan bagi seluruh bangsa indonesia dalam mewujudkan indonesia yang mampu membangun daya saing nasional secara mantap dan berkesinambungan dan telah dilakukan oleh Negara-negara maju di dunia adalah perlu membangun masyarakat dengan basis iptek yang kuat.
Diakhiri sambutan Menteri Negara Riset dan Teknologi yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amjad Lawasa, MM mengatakan Serangkaian acara yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi beserta LPND-RISEK (BAKOSURTANAL, BATAN, BPPT, LIPI, BSN BAPETEN, LAPAN ) antara lain : Pertama, Pameran Ritech ( Research, Innovation, and Technology ) 2009 yang dieselenggarakan di 8 (Delapan) kota yaitu : Jakarta, Manado, Banjarmasin, Jepara, Palembang, Malang, Kupang dan Padang. Kedua, Pemberian Anugerah Ristek :Pemerintah Kabupaten dan Kota Penghargaan untuk mendorong Pembangunan Iptek melalui Peningkatan Kompetensi Kelembagaan dan Sumberdaya, Kreatifitas inovasi masyarakat penghargaan kepada masyarakat, baik secara pereorangan maupun kelompok yang mampu menghasilkan inovasi kreatif yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat., Peneliti skema insentif ristek penghargaan bagi peneliti yang mendapat skema intentif ristek untuk mendorong dan memacu mereka melakukan riset dengan hasil yang sangat memuaskan, yaitu inovasi yang bernilai komersial tinggi, Jurnalis Iptek penghargaan untuk wartawan dan penulis yang banyak menulis tentang Iptek.; Tiga, Talksnow, membahas 6 Bidang Fokus Iptek (Pangan, Kesehatan dan Obat, Energi, Tekonologi Informasi dan Komunikasi, Transportasi, Pertahanan dan Keamanan) ; Empat, Lokakarya dengan Tema “ Kreatifitas dan Teknologi Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia Tahun 2025 Strategi 6 Bidang Fokus Iptek ”.
Pembekalan Teknis Pertanahan Bagi Para Camat dan Sekcam
Poso – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Ibnu Wardono,SH.,MM.,M.Kn., dalam sambutannya yang disampaikan Kabag Tata Usaha Kanwil BPN Provinsi Sulteng Ir. Mahmud,M.Si mengatakan bahwa melihat perkembangan masyarakat dewasa ini yang diikuti dengan kebutuhan akan tanah yang semakin meningkat maka sangat diperlukan peran aparatur pemerintah daerah yang siap menunjang proses administrasi pendaftaran tanah sampai ke wialayah kecamatan-kecamatan sehingga tercipta kemudahan dan keteraturan administrasi untuk itulah maka di pandang perlu untuk diadakannya pembekalan teknis pertanahan ini. Yang juga bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kita sebagai aparatur kepada masyarakat.
Sementara Bupati Poso dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Poso Drs. Lambang Bamonturu mengatakan bahwa pelaksanaan pembekalan teknis Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetisi sumber daya aparatur, meningkatkan wawasan dan keterampilan khususnya para Camat dan Sekcam yang belum pernah mengikuti pembekalan PPAT yang selaku pejabat pembuat akta tanah di wilayah kecamatan. Selain itu juga bertujuan agar dalam penjabaran nantinya terhindar dari penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Diakhir sambutannya Bupati mengharapkan kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan kesempatan ini melalui keikutsertaan yang sungguh-sungguh terhadap semua materi yang diberikan sehingga nantinya para PPAT dapat memahami mekanisme dan sistem yang mengatur PPAT sebagai upaya untuk mencapai terlaksananya pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien.
Sementara Bupati Poso dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Poso Drs. Lambang Bamonturu mengatakan bahwa pelaksanaan pembekalan teknis Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetisi sumber daya aparatur, meningkatkan wawasan dan keterampilan khususnya para Camat dan Sekcam yang belum pernah mengikuti pembekalan PPAT yang selaku pejabat pembuat akta tanah di wilayah kecamatan. Selain itu juga bertujuan agar dalam penjabaran nantinya terhindar dari penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Diakhir sambutannya Bupati mengharapkan kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan kesempatan ini melalui keikutsertaan yang sungguh-sungguh terhadap semua materi yang diberikan sehingga nantinya para PPAT dapat memahami mekanisme dan sistem yang mengatur PPAT sebagai upaya untuk mencapai terlaksananya pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien.
Dinas Kelautan dan Perikanan Poso gelar Lomba Mancing dan Balap Katinting
Poso – Dalam Rangka menyambut Hari Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-64, Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Poso menggelar Lomba Mancing Dan Balap Katinting. Kegiatan tersebut, dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab.Poso, minggu 16 Agustus 2009. Kegiatan tersebut yang bertemakan dengan semangat HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-64 kita optimalkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan yang berbasis masyarakat dan ramah lingkungan.
Lomba Mancing dan Balap Katinting tersebut, dibuka langsung oleh Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM yang dalam hal ini diwakili Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM.
Hadir pada kesempatan tersebut, Muspida Kabupaten Poso, Kadis Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Poso Moh.Arif Ladjuba,SE.M.Si, Kepala Dinas Kesehatan drg.Urip Heriyanto,M.Kes, para peserta lomba serta undangan lainnya.
Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk keperdulian kita pada sumber daya alam terutama dibidang perikanan. Jika dilihat dari Visi Dinas Kelautan Dan Perikanan yaitu “mewujudkan masyarakat perikanan yang sejahtera, tangguh dan mandiri”.
pada sektor Perikanan yang memberikan sumbangsi pendapatan yang cukup besar baik bagi daerahnya maupun bagi para nelayan, disamping itu pemerintah Kabupaten Poso secara terus menerus berusaha untuk membantu para nelayan yang ada di Kabupaten poso dalam meningkatkan pendapatan yang lebih baik lagi, serta bisa tangguh dan mandiri.
Untuk itu, sudah sepantasnyalah, potensi laut di Kabupaten Poso ini dimanfaatkan untuk kemakmuran daerah dan rakyatnya, serta terus menjaga kelestarian habitat bawah laut, agar potensi laut yang ada dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dan kemakmuran bagi para nelayan secara berkesinambungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Poso Moh.Arif Ladjuba,SE.M.Si dalam laporannya memaparkan bahwa lomba tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-64.
Yang mana Lomba mancing tersebut sehari sebelumnya telah dilepas dengan jumlah peserta lomba mancing 30 nelayan. Sedangkan lomba Katinting dengan jumlah peserta sebanyak 10 Katinting.
Diakhir laporannya, Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Poso Moh.Arif Ladjuba,SE.M.Si menyampaikan terima kasih kepada para nelayan yang telah mengikuti kegiatan lomba tersebut.
Setelah laporanpun berakhir acara dilanjutkan dengan Penerimaan hadiah lomba memancing oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM kepada Fredo dan Fahmi dengan hasil tangkapan ikan seberat 10 kg. Dan dilanjutkan dengan acara pelepasan lomba balap katinting.
Lomba Mancing dan Balap Katinting tersebut, dibuka langsung oleh Bupati Poso Drs.Piet Inkiriwang,MM yang dalam hal ini diwakili Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM.
Hadir pada kesempatan tersebut, Muspida Kabupaten Poso, Kadis Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Poso Moh.Arif Ladjuba,SE.M.Si, Kepala Dinas Kesehatan drg.Urip Heriyanto,M.Kes, para peserta lomba serta undangan lainnya.
Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk keperdulian kita pada sumber daya alam terutama dibidang perikanan. Jika dilihat dari Visi Dinas Kelautan Dan Perikanan yaitu “mewujudkan masyarakat perikanan yang sejahtera, tangguh dan mandiri”.
pada sektor Perikanan yang memberikan sumbangsi pendapatan yang cukup besar baik bagi daerahnya maupun bagi para nelayan, disamping itu pemerintah Kabupaten Poso secara terus menerus berusaha untuk membantu para nelayan yang ada di Kabupaten poso dalam meningkatkan pendapatan yang lebih baik lagi, serta bisa tangguh dan mandiri.
Untuk itu, sudah sepantasnyalah, potensi laut di Kabupaten Poso ini dimanfaatkan untuk kemakmuran daerah dan rakyatnya, serta terus menjaga kelestarian habitat bawah laut, agar potensi laut yang ada dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dan kemakmuran bagi para nelayan secara berkesinambungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Poso Moh.Arif Ladjuba,SE.M.Si dalam laporannya memaparkan bahwa lomba tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-64.
Yang mana Lomba mancing tersebut sehari sebelumnya telah dilepas dengan jumlah peserta lomba mancing 30 nelayan. Sedangkan lomba Katinting dengan jumlah peserta sebanyak 10 Katinting.
Diakhir laporannya, Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Poso Moh.Arif Ladjuba,SE.M.Si menyampaikan terima kasih kepada para nelayan yang telah mengikuti kegiatan lomba tersebut.
Setelah laporanpun berakhir acara dilanjutkan dengan Penerimaan hadiah lomba memancing oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM kepada Fredo dan Fahmi dengan hasil tangkapan ikan seberat 10 kg. Dan dilanjutkan dengan acara pelepasan lomba balap katinting.
DANDIM PIMPIN APEL AKBAR BERSAMA PERINGATAN HUT GERAKAN PRAMUKA KE-48 DI KAB. POSO
Poso – Peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka Ke-48 di Kabupaten Poso diperingati dalam sebuah apel besar bersama, bertempat di Halaman Kantor Bupati Poso. Jum’at, 14 Agustus 2009.
Bertindak sebagai Pemimpin apel bersama Dandim 1307 Poso Letkol Inf. Suwanto,S.IP. Apel tersebut juga di ikuti oleh para Pembina, Pamong dan instruktur, Pandega, Penegak, Penggalang dan Siaga Gerakan Pramuka Kabupaten Poso, serta undangan lainnya.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Dandim 1307 Poso mengatakan bahwa revitalisasi Gerakan Pramuka yang merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia yang tujuan pokoknya adalah untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka dalam beberapa tahun ini telah memperlihatkan hasil yang menggembirakan.
Secara bertahap tetapi pasti, citra dan kinerja Gerakan Pramuka tampak makin membaik. Hal ini terlihat dari minat kaum muda terhadap Gerakan Pramuka yang makin meningkat, bersamaan dengan itu berbagai kegiatan kepramukaan telah semakin banyak dilaksanakan agar tercapainya visi dan misi Gerakan Pramuka yakni mempersiapkan para pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia pada masa depan. Berbagai keberhasilan itu tentu harus bisa dipertahankan dan bahkan semakin di tingkatkan.
Lebih lanjut beliau mengatakan, hakekat dasar pendidikan kepramukaan adalah meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan yakni satya dan darma pramuka kepada seluruh peserta didik, sehingga mereka dapat dipersiapkan menjadi kader pemimpin bangsa yang tangguh di masa depan. Dalam kerangka mempersiapkan kaum muda seperti inilah maka ditetapkan tema peringatah HUT Gerakan Pramuka ke-48 tahun ini adalah “Tingkatkan Peran Gerakan Pramuka Dalam Membangun Karakter dan Kepemimpinan Bangsa”. Diharapkan dengan tema ini, kita semua dapat lebih meningkatkan motivasi dan bakti kita bagi perkembangan Gerakan Pramuka dan bagi masa depan kaum muda yang lebih baik dimasa datang.
Diakhir amanatnya Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyampaikan harapannya agar semua anggota Gerakan Pramuka untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan kemajuan dan perkembangan Gerakan Pramuka serta masa depan generasi muda di Indonesia.
Bertindak sebagai Pemimpin apel bersama Dandim 1307 Poso Letkol Inf. Suwanto,S.IP. Apel tersebut juga di ikuti oleh para Pembina, Pamong dan instruktur, Pandega, Penegak, Penggalang dan Siaga Gerakan Pramuka Kabupaten Poso, serta undangan lainnya.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Dandim 1307 Poso mengatakan bahwa revitalisasi Gerakan Pramuka yang merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia yang tujuan pokoknya adalah untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka dalam beberapa tahun ini telah memperlihatkan hasil yang menggembirakan.
Secara bertahap tetapi pasti, citra dan kinerja Gerakan Pramuka tampak makin membaik. Hal ini terlihat dari minat kaum muda terhadap Gerakan Pramuka yang makin meningkat, bersamaan dengan itu berbagai kegiatan kepramukaan telah semakin banyak dilaksanakan agar tercapainya visi dan misi Gerakan Pramuka yakni mempersiapkan para pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia pada masa depan. Berbagai keberhasilan itu tentu harus bisa dipertahankan dan bahkan semakin di tingkatkan.
Lebih lanjut beliau mengatakan, hakekat dasar pendidikan kepramukaan adalah meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan yakni satya dan darma pramuka kepada seluruh peserta didik, sehingga mereka dapat dipersiapkan menjadi kader pemimpin bangsa yang tangguh di masa depan. Dalam kerangka mempersiapkan kaum muda seperti inilah maka ditetapkan tema peringatah HUT Gerakan Pramuka ke-48 tahun ini adalah “Tingkatkan Peran Gerakan Pramuka Dalam Membangun Karakter dan Kepemimpinan Bangsa”. Diharapkan dengan tema ini, kita semua dapat lebih meningkatkan motivasi dan bakti kita bagi perkembangan Gerakan Pramuka dan bagi masa depan kaum muda yang lebih baik dimasa datang.
Diakhir amanatnya Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyampaikan harapannya agar semua anggota Gerakan Pramuka untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan kemajuan dan perkembangan Gerakan Pramuka serta masa depan generasi muda di Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)